RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah mengalami musim penghujan berkepanjangan sejak tahun lalu, masyarakat Indonesia nampaknya harus bersiap menyiapkan cadangan air untuk bulan-bulan berikutnya. Fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau pada tahun ini.
Temuan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (4/4) melalui konferensi pers lembaga. Diperkirakan musim kemarau tiba di Indonesia paling cepat pada April, dan paling lambat pada Juni.
Bahkan sebagian kecil wilayah Indonesia sudah lebih dulu memasuki musim kemarau, yakni sebagian kecil wilayah Sumatera Utara termasuk Aceh dan Riau, sebagain kecil wilayah Sulawesi Tengah hingga Tenggara, sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara Barat dan Timur, dan sebagian wilayah Maluku dan Papua.
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, saat ini fenomena El Nino di Indonesia masih dalam fase netral untuk saat ini. Namun seiring waktu, El Nino berpotensi menguat pada setengah akhir 2026.
Baca Juga: Godzilla El Nino: Kemarau Ekstrem Ancam Pulau Jawa Mulai April 2026, Ini Peringatan Keras BRIN
“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80 persen, dan mencatat adanya kemungkinan kecil fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat,” jelas Ardhasena dalam rilis resmi BMKG.
Prediksi mereka, ketika musim kemarau mulai tiba di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Timur, curah hujan akan turun hingga berada di ambang bawah normal. Sehingga iklim lingkunan bakal lebih kering, serta kemarau dapat berlangsung lama dengan puncak diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
“Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia,” tambah Ardhasena.
Sebagaimana telah dijelaskan, belum semua wilayah saat ini memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi kemarau akan tiba secara bertahap dari arah timur, bermula dari wilayah Nusa Tenggara Barat dan Timur sepanjang April. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana