RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah hiruk-pikuk penyaluran THR 2026 mereda, ruang digital kini dibanjiri narasi yang mengklaim adanya kenaikan hingga rapel gaji bagi para purnabakti. Kabar yang viral di media sosial ini sontak membuat para pensiunan PNS, TNI, dan Polri berharap cemas. Namun, benarkah ada tambahan saldo masuk ke rekening?
Menanggapi hal tersebut, PT Taspen (Persero) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan penelusuran fakta. Hasilnya? Narasi kenaikan gaji dan rapel di tahun 2026 tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks.
1. Rujukan Resmi: Masih Setia pada PP Nomor 8 Tahun 2024
Hingga saat ini, pemerintah belum menerbitkan regulasi baru terkait kenaikan gaji pokok pensiunan untuk tahun anggaran 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang tengah mengkaji kebijakan fiskal, namun selama aturan baru belum diteken, besaran gaji masih mengacu pada:
-
PP Nomor 5 Tahun 2024: Dasar gaji pokok ASN aktif.
-
PP Nomor 8 Tahun 2024: Dasar penetapan pensiun pokok purnabakti (yang telah mengalami kenaikan 12% sejak Januari 2024).
Artinya, nominal yang diterima Bapak/Ibu pada bulan April 2026 ini akan tetap sama dengan bulan-bulan sebelumnya.
2. Waspada Modus Penipuan "Rapel Pensiun"
Pihak Taspen mewanti-wanti adanya oknum yang memanfaatkan isu ini untuk menguras rekening peserta. Taspen menegaskan komitmen 5T (Tepat Administrasi, Orang, Waktu, Jumlah, dan Tempat) dan mengingatkan:
-
Taspen TIDAK PERNAH meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP via telepon/pesan singkat.
-
Seluruh layanan pencairan pensiun GRATIS tanpa biaya sepeser pun.
3. Inovasi Digital: Autentikasi Mudah Lewat "Andal by Taspen"
Agar gaji cair tepat waktu tanpa hambatan, kuncinya ada pada Autentikasi. Sejak tahun 2025, Taspen telah meluncurkan superapps Andal by Taspen yang kini telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pensiunan.
Cara Autentikasi Pakai HP (Bisa Pinjam HP Keluarga):
-
Unduh: Cari aplikasi "Andal by Taspen" di Playstore atau Appstore.
-
Input Data: Masukkan NIK, Nomor TASPEN (NOTAS), atau KPE.
-
Biometrik: Lakukan swafoto (selfie) untuk verifikasi wajah sesuai data yang terekam (enrollment).
-
Selesai: Jika muncul pesan "Proses Autentikasi Anda Berhasil", maka dana Anda siap disalurkan ke rekening mitra bayar.
Verifikasi kebenaran informasi sangat krusial bagi kelompok lansia yang rentan terhadap siberkrim. Menurut riset dari Kementerian Komunikasi dan Digital, penipuan berkedok bantuan sosial atau dana pemerintah merupakan salah satu jenis hoaks dengan frekuensi tertinggi di Indonesia. Selalu gunakan kanal resmi www.taspen.co.id untuk mengecek status hak Anda.
Tetap Tenang dan Update Data Anda!
Jangan mudah percaya pada video atau pesan WhatsApp yang menjanjikan uang kaget. Pastikan data biometrik Anda sudah terekam agar proses autentikasi setiap awal bulan berjalan lancar. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko