Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tinggal Sehari Sebelum Isu Kenaikan Harga BBM, Begini Jawaban dari Menteri ESDM dan Mensesneg

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB
ANTREAN: Deretan truk, elf. dan pikap sedang mengantre panjang di SPBU Kalirejo pada Senin sore (9/3).
ANTREAN: Deretan truk, elf. dan pikap sedang mengantre panjang di SPBU Kalirejo pada Senin sore (9/3).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berlanjutnya konflik Timur Tengah yang berujung pada ditutupnya Selat Hormuz di wilayah Iran turut memengaruhi sentimen harga minyak dunia. Tentu, hal ini juga diperkirakan banyak berpengaruh pada kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat, seiring dengan berkurangnya minyak bumi sebagai bahan baku.

Meskipun dua kapal tanker milik Pertamina dikabarkan telah diizinkan melintasi Selat Hormuz beberapa waktu lalu, masih banyak rumor yang beredar mengenai kenaikan harga BBM Indonesia pada April mendatang. Sehari sebelum pergantian bulan pada Selasa siang (31/3), pemerintahan mulai buka suara mengenai rumor tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan bahwa harga BBM pada akhirnya berpotensi naik, terutama untuk bahan bakar non-subsidi. Namun perkiraannya, kenaikan harga bergantung pada keadaan harga minyak dunia, sehingga jumlah kenaikan masih belum pasti.

“Di peraturan Menteri ESDM tahun 2022, itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun, dia (kenaikan harga) terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar,” jelasnya di tengah kunjungan presiden RI, Prabowo Subianto ke Jepang melalui pernyataan resmi pada Selasa siang sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Baca Juga: Harga BBM April 2026 Bakal Naik? Intip Perbandingannya: Indonesia Ternyata Masih Termurah ke-2 di ASEAN!

Agak kontras dengan pernyataan Bahlil, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjamin bahwa Pertamina selaku vendor BBM nasional mempertimbangkan untuk tidak melakukan perubahan harga BBM, dan juga telah berdiskusi dengan Bahlil mengenai hal tersebut. Namun lebih utama lagi, Prasetyo meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Pertamina.

“Bapak Presiden (Prabowo) selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi," ujar Prasetyo dalam kesempatan yang sama.

Di samping itu, Prasetyo juga menjamin stok BBM yang tersedia juga masih aman. “Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tambahnya.

Sebelumnya, sempat beredar rumor kenaikan harga BBM hingga lebih dari Rp 5.000 akibat berkurangnya pasokan minyak bumi untuk pengolahan BBM. Hingga saat ini, Pertamina menetapkan harga BBM non-subsidi dengan rincian sebagai berikut:

Sebagai pengingat kembali, Pertalite dan Biosolar merupakan BBM bersubsidi, sehingga tidak terpengaruh fluktuasi harga BBM. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bbm #minyak bumi #pertamina #harga bbm #bahan bakar