Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda? Intip Jadwal Resmi Pemerintah dan Ketetapan Muhammadiyah Sekarang!

Bhagas Dani Purwoko • Minggu, 15 Maret 2026 | 20:36 WIB

 

Idul Fitri dapat dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah dengan lebih khusyuk.
Idul Fitri dapat dimaknai sebagai hari kembali kepada kesucian setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah dengan lebih khusyuk.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki fase akhir Ramadan 1447 H, pertanyaan mengenai "Kapan Lebaran 2026?" mulai mendominasi percakapan warga, tak terkecuali di kedai-kedai kopi di Bojonegoro. Tahun ini, dinamika penentuan 1 Syawal kembali menarik perhatian karena adanya potensi perbedaan tanggal antara organisasi Islam besar di Indonesia.

Apakah kita akan merayakan Idulfitri secara serentak atau berbeda? Mari kita bedah rincian jadwal dan metode dari masing-masing pihak agar rencana mudik dan silaturahmi Anda tetap berjalan lancar.

Muhammadiyah: 1 Syawal Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Tanpa menunggu pengamatan hilal di lapangan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan hari kemenangan. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: Jelang Lebaran Perajin Bambu Ngawen Banjir Order

Mengapa sudah bisa dipastikan? Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Kontemporer dengan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Secara matematis, kalkulasi astronomi mereka menunjukkan bahwa konjungsi (ijtima') bulan menjelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026, yang secara otomatis menandai pergantian bulan pada esok harinya.

Pemerintah & NU: Menanti Sidang Isbat 19 Maret 2026

Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah (Kementerian Agama) dan Nahdlatul Ulama (NU) tetap memegang teguh prinsip pengamatan langsung. Sidang Isbat dijadwalkan akan digelar pada:

Sidang ini akan mengolaborasikan data hisab dengan laporan rukyat (pengamatan mata telanjang/teleskop) dari berbagai titik di Indonesia, termasuk titik pantau di Jawa Timur. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka Lebaran akan jatuh pada 20 Maret 2026.

Potensi Perbedaan: Akankah Lebaran Mundur ke 21 Maret?

Di sinilah letak poin krusialnya. Muncul prediksi bahwa jika pada Kamis petang (19 Maret) posisi hilal secara astronomis belum memenuhi syarat visibilitas yang ditetapkan Pemerintah, maka bulan Ramadan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Jika skenario ini terjadi, maka:

Tips bagi Warga Bojonegoro Menjelang Idulfitri

  1. Pantau Pengumuman Resmi: Tetap tunggu hasil Sidang Isbat pada Kamis malam (19 Maret) yang disiarkan secara langsung.

  2. Siapkan Dua Rencana: Mengingat adanya potensi perbedaan, pastikan stok bahan pangan dan akomodasi Anda cukup fleksibel untuk dua tanggal tersebut.

  3. Jaga Harmoni: Di Bojonegoro yang kental dengan nilai toleransi, perbedaan hari raya bukanlah penghalang untuk tetap saling bermaafan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Maklumat #rukyatul hilal #20 Maret #lebaran 2026 #perbedaan #1 syawal #pemerintah #tanggal #sidang isbat #21 maret #Berbeda #muhammadiyah #nu #idulfitri