RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mobilisasi warga di Dusun Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan terganggu.
Hujan lebat beberapa hari menyebabkan kebocoran drainase yang memicu jalan longsor hingga 10 meter. Keterbatasan anggaran menyebabkan jalur tersebut belum bisa cepat ditangani.
Subkordinasi Pembangunan dan Revitalisasi Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Wahyu Benyamin Aripin menjelaskan, penyebab longsor tersebut membuat akses jalan tidak bisa dilewati sementara.
"Amblesnya tanah kita hitung dari sungai kurang lebih 10 meter, panjang jalan yang longsor 50 sampai 70 meter. Kemudian amblesnya dari kebocoran drainase dari atas,'' terang Beny, sapaan akrabnya.
Pihaknya sudah menyampaikan penyebab amblesnya tanah kepada camat setempat, yakni terkadang drainase sekitar lokasi kurang diperhatikan.
Sehingga, diakuinya, akibat kebocoran drainase turun ke bawah yang menjadikan tanah di bawah jadi gembur.
''Kejadian ini sering terjadi, khususnya di area ini. Waktu itu sudah ada bencana tanah turun dan kita sudah laporkan, saat ini paling parah penurunan tanahnya," ucapnya. Beny mengaku, pihaknya hanya bisa melakukan penanganan sementara.
"Kita terkendala anggaran. Lanjut kemudian kolaborasi bersama instansi terkait. Sementara penanganan yang kita lakukan dengan memberi bambu di sepajang longsoran, intinya bisa dilewati dulu," katanya.
Beny menuturkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
''Informasinya BBWS sudah melakukan pengukuran untuk penanganan permanen dan semi permanen, dan semoga saja lewat Kementerian lewat BBWS Pemali Juwana memberikan anggarannya," ucap Beny. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko