RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabar menggembirakan datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pemerintah melalui Perum Bulog telah mengetok palu untuk melanjutkan program bantuan pangan beras 10 kg pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat serta stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai kebijakan bantuan beras tahun 2026 yang perlu Anda ketahui.
1. Target 18 Juta KPM Selama 4 Bulan
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rijal Ramdani, dalam keterangannya di Jakarta menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pasokan hingga 720.000 ton beras khusus untuk program bantuan ini.
Bantuan ini ditargetkan menyentuh 18 juta penerima (KPM), yang mayoritas merupakan masyarakat yang terdaftar dalam data kemiskinan (seperti penerima BPNT). Berbeda dengan tahun sebelumnya, durasi penyaluran bantuan cuma-cuma ini direncanakan akan berlangsung selama 4 bulan di tahun 2026.
2. Program Beras SPHP Berjalan Sepanjang Tahun
Selain memberikan bantuan beras gratis 10 kg, Bulog juga berkomitmen menjaga daya beli masyarakat umum melalui beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) atau yang dikenal sebagai beras murah.
-
Stok: 1,5 juta ton telah disiapkan.
-
Durasi: Berbeda dengan bantuan 10 kg, beras SPHP akan tersedia di pasar sepanjang tahun 2026.
-
Penyesuaian Panen Raya: Untuk melindungi petani, volume beras SPHP akan dikurangi di daerah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan NTB pada bulan panen raya (Maret, April, dan Agustus). Hal ini dilakukan agar stok beras murah pemerintah tidak berbenturan dengan hasil panen petani lokal yang melimpah.
3. Penguatan Cadangan Pangan Nasional
Sebagai langkah strategis jangka panjang, pemerintah menugaskan Bulog untuk menyerap gabah atau beras petani hingga setara 4 juta ton. Upaya konkret ini bertujuan agar hasil panen petani terserap optimal dengan harga yang terjaga di tingkat produsen.
Tak hanya itu, Bulog juga merencanakan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen. Investasi strategis ini dilakukan agar kualitas beras yang disimpan tetap terjaga mutunya dari hulu hingga ke tangan konsumen.
4. Kapan Penyaluran Dimulai?
Meski sudah dipastikan akan cair selama 4 bulan, tanggal pasti penyaluran pertama di tahun 2026 masih menunggu instruksi lebih lanjut. Namun, diprediksi penyaluran akan dimulai menjelang atau saat bulan Ramadhan guna mengantisipasi lonjakan permintaan pangan di masyarakat.
Baca Juga: Update BLT Kesra Rp900.000 di Tahun 2026: Apakah Masih Cair? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Kesimpulan
Keputusan pemerintah melanjutkan bantuan beras 10 kg dan beras SPHP di tahun 2026 merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga perut rakyat. Bagi Anda KPM BPNT, pastikan data administrasi kependudukan Anda tetap aktif agar tidak kehilangan kesempatan menerima bantuan pangan ini. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko