RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan banyaknya wilayah terdampak cuaca ekstrem di Jawa Timur sepanjang musim hujan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mengupayakan antisipasi dan perbaikan menghadapi problem tersebut. Salah satunya memulihkan akses masyarakat di Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.
Dua jembatan yang terletak di desa tersebut, yakni Jembatan Dusun Kwaron dan Dusun Tambaan sempat putus akibat diterjang banjir dan tanah longsor setahun lalu. Butuh setahun untuk membangun ulang dua jembatan tersebut, yang dinyatakan selesai pada Senin (22/12).
Jembatan resmi dibuka kembali oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Pacitan Indrata Nurbayu Aji dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. Diperkirakan, jembatan-jembatan baru tersebut dapat memulihkan akses transportasi untuk hingga 700 KK di Desa Tambakrejo.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat. Karena itu harus kita pastikan dibangun dengan baik dan aman,” jelas Gubernur Kkhofifah saat meninjau lokasi rekonstruksi jembatan.
Kedua jembatan tersebut dibangun ulang dengan bahan beton dan baja komposit, dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Kedua jembatan dengan tinggi 3,5 meter tersebut dapat menahan beban hingga 20 ton.
Selain memulihkan kembali akses transportasi, Gubernur Khofifah juga meyakini jembatan-jematan tersebut juga akan memperkuat akses pertanian masyarakat desa. Dan lebih penting lagi, kini infrastruktur dan akses desa lebih kuat menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam.
“Ini akan sangat membantu keterhubungan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, dan seterusnya. Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberi rasa aman dan manfaat jangka panjang. Dengan selesainya dua jembatan ini, aktivitas warga kembali lancar dan ketahanan wilayah terhadap bencana semakin kuat,” ujarnya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana