Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Breaking News: Gunung Semeru Erupsi Sore Ini! Kolom Abu Capai 2 KM, Cek Zona Merah yang Wajib Dihindari

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 20 November 2025 | 01:23 WIB

WASPADA: Gunung Semeru erupsi, Rabu sore (19/11/2025.
WASPADA: Gunung Semeru erupsi, Rabu sore (19/11/2025.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kabar penting bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat tajam sore ini.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi pada hari Rabu, 19 November 2025, tepat pukul 16.00 WIB.

Melansir dari Radar Jember, hingga berita ini diturunkan, erupsi dilaporkan masih berlangsung. PVMBG mencatat tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak kawah, atau setara dengan 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara visual, kolom abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal, yang bergerak condong ke arah utara dan barat laut. 

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Berulang Kali, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Status Level 2 (Waspada): Patuhi Zona Merah Ini!

Merespons aktivitas ini, PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level 2 atau Waspada. Demi keselamatan bersama, masyarakat setempat maupun wisatawan diminta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

PVMBG telah merilis rekomendasi keselamatan vital terkait zona-zona bahaya yang DILARANG untuk aktivitas apapun:

1. Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor ini sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

2. Sempadan Sungai (Besuk Kobokan): Di luar jarak 8 km tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini memiliki risiko tinggi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Baca Juga: Awal Tahun, Gunung Semeru Alami Erupsi 21 Kali

3. Radius Puncak: Dilarang beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru. Zona ini sangat rawan terhadap lontaran batu pijar dan material vulkanik berat.

Potensi Bahaya Lain

Selain lontaran material vulkanik, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Jalur yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru selama 24 jam penuh.

Baca Juga: Gunung Raung Kembali Erupsi Dinihari, Masyarakat Dihimbau Hindari Puncak Gunung

Masyarakat diminta untuk hanya mengakses informasi dari sumber resmi dan tidak termakan isu hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. (bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#mdpl #PVBMG #lahar #Lumajang #erupsi #gunung semeru #kobokan