Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BMKG Pantau Dua Bibit Siklon Tropis di Dekat Indonesia, Masyarakat Siap-Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 17 November 2025 | 01:29 WIB
GENANGAN: Usai diguyur hujan deras pada Rabu sore lalu (5/11), ruas Jalan Panglima Sudirman tergenang.
GENANGAN: Usai diguyur hujan deras pada Rabu sore lalu (5/11), ruas Jalan Panglima Sudirman tergenang.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI memberi peringatan kepada masyarakat terhadap cuaca ekstrem jelang akhir bulan November mulai Sabtu (15/11). Pasalnya, ada dua bibit siklon tropis yang mendekati wilayah Indonesia.

Kedua bibit siklon tropis tersebut diberi kode 97S dan98S. Bibit 97S terbentuk di wilayah perairan Laut Timor, sementara bibit 98S berada lebih dekat lagi, yakni di selatan Selat Sunda.

Namun pandangan BMKG, bibit 97S berpotensi lebih berpengaruh terhadap perkembangan cuaca di Indonesia. “Bibit 97S berpotensi memberikan dampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan gelombang di perairan Indonesia,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam pernyataan resmi BMKG.

Sesuai namanya, bibit siklon tersebut berpotensi menyebabkan hujan deras dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia, dengan potensi paling parah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu Wilayah Bali hingga Jawa Tengah juga mengalami potensi cuaca serupa, namun dengan intensitas hujan dan angin lebih rendah.

Sementara itu, bibit 98S diperkirakan dapat menyebabkan hujan deras dan angin kencang di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Baik bibit 97S maupun 98S berpotensi juga untu menyebabkan gelombang tinggi di perairan wilayah yang terdampak.

Pun demikian, kedua bibit tersebut memiliki peluang cukup rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis utuh, setidaknya hingga Senin (17/11). Namun karena sifatnya yang dapat memengaruhi cuaca, masyarakat tetap diminta untuk waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di pesisir pantai dan perairan di wilayah-wilayah tersebut.

Pantauan dan penjelasan BMKG terhadap bibit siklon tropis 97S dan 98S. (Dok. BMKG)
Pantauan dan penjelasan BMKG terhadap bibit siklon tropis 97S dan 98S. (Dok. BMKG)

“Meskipun kedua bibit siklon tropis tersebut saat ini masih berada pada kategori peluang rendah untuk mengalami peningkatan intensifikasi, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Indonesia yang dapat dipengaruhi oleh keberadaan sistem ini,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam rilis resmi tersebut.

Sebelumnya pada Rabu (12/11), BMKG Jawa Timur juga mengeluarkan peringatan serupa untuk seluruh wilayah provinsi tersebut, termasuk Bojonegoro. Terdeteksinya pembentukan bibit siklon serupa, serta perairan Selat Madura yang masih memiliki suhu permukaan air hangat mempercepat pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur.

“Potensi ini disebabkan adanya pola siklonik di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa yang memicu terbentuknya daerah konvergensi di wilayah Jawa Timur yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan dalam pernyataan resmi OPD tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bibit siklon tropis #bibit siklon #Jawa Timur #cuaca #indonesia #hujan deras #Jawa Tengah #siklon #Cuaca Ekstrem #Hujan #Laut Timor #bojonegoro #selat sunda #siklon tropis #angin kencang #BMKG #angin #perairan