Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani Bojonegoro Bisa Mulai Budidaya Sorgum untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 10 November 2025 | 20:27 WIB
SORGUM: Menyongsong ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui budidaya sorgum di Bojonegoro.
SORGUM: Menyongsong ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui budidaya sorgum di Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) adalah komoditas strategis yang adaptif terhadap lahan kering dan memiliki potensi luar biasa sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri, termasuk bioetanol.

Keunggulannya dalam menghadapi perubahan iklim menjadikan sorgum primadona baru di sektor pertanian Indonesia.

Berikut adalah panduan teknis komprehensif budidaya sorgum yang diadopsi dari Petunjuk Teknis Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memastikan hasil panen yang optimal. 

Syarat Tumbuh dan Persiapan Lahan

A. Kondisi Lingkungan Ideal

  1. Waktu Tanam Optimal: Tanam sorgum sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Hal ini penting agar tanaman muda terhindar dari genangan dan proses pematangan biji (panen) terjadi saat cuaca cerah, mencegah kerusakan biji akibat kelembaban tinggi.

  2. Kebutuhan Air: Meskipun tahan kekeringan, sorgum memerlukan ketersediaan air yang cukup pada dua fase krusial: saat tanaman berdaun empat (fase pertumbuhan awal) dan pada fase pengisian biji hingga biji mulai mengeras.

  3. Kesesuaian Lahan: Sorgum memiliki daya adaptasi yang luas, termasuk di lahan kering atau tanah berpasir dengan pH netral (6,0–7,5).

B. Pengolahan Tanah

Lahan harus dibersihkan dari sisa tanaman, kemudian diolah (dicangkul atau dibajak) sebanyak dua kali hingga gembur. Pemberian pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan 2–4 minggu sebelum tanam. 

Teknik Penanaman dan Pemeliharaan 

A. Penyiapan Benih dan Penanaman 

  1. Varietas: Gunakan benih unggul dengan daya tumbuh minimal 90 persen dan bebas hama penyakit. Perlakuan benih dengan fungisida dianjurkan sebelum tanam.

  2. Kebutuhan Benih: Sekitar 6–10 kg per hektar (kg/ha).

  3. Cara Tanam: Penanaman dilakukan dengan cara ditugal dan memasukkan 3–5 biji per lubang.

  4. Jarak Tanam: Jarak tanam yang dianjurkan untuk sistem monokultur adalah 75 cm x 25 cm atau 75 cm x 20 cm. Setelah benih dimasukkan, lubang ditutup dengan tanah ringan atau arang sekam. 

B. Pemupukan dan Pembumbunan 

C. Pengendalian Hama dan Penyakit 

Hama utama yang menyerang adalah Lalat Bibit dan Ulat Tanah (Agrotis sp).

Panen, Pasca Panen, dan Relevansi Nasional 

A. Panen dan Pengeringan 

B. Bojonegoro: Lumbung Energi Nasional Berbasis Sorgum 

Penting untuk dicatat bahwa sorgum bukan hanya komoditas pangan, tetapi juga berperan vital dalam mendukung ketahanan energi nasional. Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah dicanangkan sebagai lokasi proyek strategis nasional (PSN) untuk pengembangan industri metanol dan bioetanol.

PT Butonas Petrochemical Indonesia berencana membangun pabrik bioetanol di Bojonegoro yang akan menggunakan sorgum sebagai bahan baku utama. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Realisasi proyek ini membuka peluang ekonomi besar bagi petani di Bojonegoro dan sekitarnya, karena akan ada permintaan tinggi (pasar terjamin) untuk pasokan sorgum, mendorong pengoptimalan lahan-lahan yang kurang subur atau marginal. Bahkan, Perhutani KPH Bojonegoro telah berkolaborasi untuk mengelola lahan hutan guna ditanami sorgum sebagai persiapan bahan baku bioetanol. (bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#proyek strastegis nasional #ketahanan energi #metanol #etanol #sorgum #budidaya #bioetanol #Ketahanan Pangan #bojonegoro