RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Indonesia terus bergerak cepat menuju kemandirian energi dan target nol emisi karbon. Di garda depan upaya ini, PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI) hadir sebagai pemain kunci melalui serangkaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ambisius dan berorientasi lingkungan.
Dilansir dari laman resmi BPI, bahwa proyek-proyek BPI tidak hanya bertujuan mengisi kebutuhan domestik yang masif, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian, mengurangi ketergantungan impor, dan menerapkan teknologi produksi yang bersih.
Proyek 1: Metanol untuk Bahan Bakar Nabati (Biofuel)
Metanol adalah blok bangunan (building block) vital dalam produksi Biofuel, termasuk untuk mendukung program Pemerintah Indonesia, yaitu B40. BPI telah mengambil langkah strategis untuk memastikan pasokan metanol domestik yang berkelanjutan.
Gambaran Proyek Metanol BPI
| Detail Proyek | Deskripsi |
| Status | Proyek Strategis Nasional (PSN) |
| Lokasi | Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur (130 Hektare) |
| Investasi Total | 1 Miliar USD |
| Kapasitas | 1.000.000 Ton Metanol per tahun (Kapasitas Produksi Metanol Terbesar di Indonesia) |
| Bahan Baku | Gas Alam (90 MMSCFD) dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) Pertamina EP Cepu |
| Teknologi | Teknologi terbaru yang rendah emisi dari Air Liquide France |
Proyek ini dirancang secara khusus untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca dengan cara menangkap dan memanfaatkan kandungan CO2 yang signifikan dari gas alam sebagai bahan baku tambahan. Pengelolaan air dan energi yang hati-hati juga menjadi prioritas untuk melindungi ekosistem lokal.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Signifikan
Produksi 1 juta ton metanol per tahun oleh BPI akan memberikan dampak transformatif bagi ekonomi Indonesia:
-
Pengurangan Impor: Produksi ini diproyeksikan mengurangi impor metanol hingga 80% setiap tahun, yang setara dengan penghematan devisa sebesar $340 juta per tahun.
-
Keseimbangan Neraca Perdagangan: Metanol BPI, ketika dikombinasikan dengan Asam Lemak dari minyak nabati (CPO), cukup untuk memproduksi 15 juta kiloliter Bio Diesel B40. Hal ini akan mengurangi impor solar (diesel) senilai $3 miliar per tahun.
-
Penciptaan Lapangan Kerja: Pabrik ini diperkirakan menciptakan sekitar 6.000 lapangan kerja selama masa konstruksi dan 600 posisi permanen yang membutuhkan tenaga kerja terampil selama masa operasional.
Proyek 2: Etanol untuk Bahan Bakar Nabati (Biofuel)
Selain metanol, BPI juga mendukung program pemerintah untuk menyediakan Etanol sebagai substitusi yang lebih hijau untuk bensin (gasoline), yang bertujuan mengurangi impor minyak mentah dan bensin.
Gambaran Proyek Etanol BPI
| Detail Proyek | Deskripsi |
| Status | Proyek Strategis Nasional (PSN) |
| Lokasi | Bojonegoro, Jawa Timur |
| Investasi Total | 50 Juta USD |
| Kapasitas | 30.000 Ton Etanol per tahun |
| Bahan Baku | Sorgum Manis (Sweet Sorghum) |
| Kemitraan Lahan | Kerjasama dengan Perhutani untuk mengembangkan hingga 15.000 hektare lahan sorgum di sekitar lokasi pabrik, termasuk kemitraan dengan petani lokal. |
Mengapa Sorgum?
BPI memilih Sorgum Manis sebagai bahan baku utama karena keunggulannya dibandingkan jagung dan tebu:
-
Ketahanan: Sorgum dikenal tahan kekeringan dan membutuhkan lebih sedikit air serta pupuk.
-
Hasil Tinggi: Sorgum Manis dapat menghasilkan hingga 8.000 liter etanol per hektar, melampaui hasil jagung dan tebu.
-
Efisiensi Biaya: Biaya produksi yang lebih rendah dan nilai dari produk sampingan (co-products) seperti DDGS (Digester Dried Grains with Solubles) yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, meningkatkan profitabilitas.
Komitmen BPI: Membangun Ketahanan Energi Bersih
Secara keseluruhan, Proyek Strategis Nasional yang diusung oleh Butonas Petrochemical Indonesia menunjukkan komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan energi, mendorong industrialisasi hilir (downstreaming), dan memimpin transisi menuju sumber energi yang lebih bersih di Indonesia.
Dengan investasi besar, adopsi teknologi mutakhir, dan kemitraan yang kuat, BPI memposisikan dirinya sebagai pilar utama dalam mewujudkan masa depan energi yang mandiri dan berkelanjutan.
Kementerian ESDM Pasang Target Pabrik Metanol dan Etanol Mulai Beroperasi Akhir 2027
Dilansir dari CNBC Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk membangun pabrik metanol di Bojonegoro, Jawa Timur. Guna mendukung implementasi program biodiesel B50 pada tahun 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, selain untuk mendukung implementasi program B50, pembangunan pabrik ini juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor metanol yang selama ini masih tinggi.
"Jadi, ketersediaan metanol dalam negeri itu kan juga relatif terbatas. Jadi, dari kebutuhan sekitar 2,3 juta, ya kita baru produksi dalam negeri sekitar 300 ribu. Berarti 2 juta kita masih impor," ujar Yuliot di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (14/3/2025).