Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Trans7 Minta Maaf Usai Tayangan Menghina Dunia Pesantren, PBNU Lontarkan Protes Keras

Hakam Alghivari • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:49 WIB
Salah satu Program acara Trans7 dianggap menghina Pesantren dan Martabat Kiai.
Salah satu Program acara Trans7 dianggap menghina Pesantren dan Martabat Kiai.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Stasiun televisi Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf usai menuai kecaman dari kalangan pesantren dan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Tayangan program “Expose Uncensored” yang ditayangkan pada Senin, (13/10), dinilai menampilkan konten yang merendahkan pesantren dan tokoh-tokoh keagamaan khususnya Lirboyo, Kediri.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Departemen Programming Trans7, Renny Andhita, menyampaikan permohonan maaf kepada kalangan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo dan PP Putri Hidayatul Mubtadiaat yang menjadi sorotan dalam tayangan tersebut.

“Kami dari Trans7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Kyai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat,” kata Renny dalam surat permintaan maaf yang disampaikan ke pihak pesantren.

“Kami berharap surat ini dapat diterima sebagai bentuk itikad baik dan komitmen kami untuk menjaga marwah lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren. Sekali lagi kami memohon maaf atas kekeliruan Trans7,” lanjutnya.

Meski permintaan maaf telah disampaikan, kekecewaan dari kalangan pesantren belum mereda. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan protes keras terhadap Trans7. Ia menilai tayangan tersebut tidak hanya melanggar etika jurnalistik, tetapi juga melecehkan dunia pesantren yang menjadi benteng moral dan pendidikan Islam di Indonesia.

“Tayangan Trans7 itu isinya secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren yang juga tokoh yang dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama. Menghina hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai mulia yang dipegang teguh oleh dunia pesantren,” ujar Gus Yahya dalam keterangannya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa 14 Oktober 2025 dikutip dari NU Online.

Ia menegaskan, isi program tersebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh kalangan pesantren. Gus Yahya juga memperingatkan bahwa dampak sosial dari tayangan itu cukup serius karena menimbulkan kemarahan di kalangan warga Nahdliyin.

“Karena jelas penghinaan-penghinaan yang dilakukan dalam tayangan Trans7 tersebut sangat menyinggung dan membangkitkan amarah bagi kalangan pesantren dan warga Nahdlatul Ulama pada umumnya,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, PBNU menuntut Trans7 dan induk perusahaannya, Trans Corporation, untuk mengambil tanggung jawab penuh atas dampak sosial yang ditimbulkan. PBNU juga meminta agar stasiun televisi tersebut melakukan evaluasi internal secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#trans7 #Lirboyo #Pesantren #Tayangan #merendahkan #kediri #Kiyai