RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasca robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang menelan banyak korban jiwa, pemerintah berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi fisik dan kekuatan struktur bangunan di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para santri di tempat mereka menimba ilmu.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi bangunan pondok pesantren di berbagai daerah.
Dia menyebut, keselamatan para santri menjadi prioritas utama setelah terjadinya tragedi memilukan di Sidoarjo tersebut.
“Saya akan mengecek secara seksama kondisi bangunan pondok pesantren dengan bantuan kementerian dan lembaga terkait agar tidak ada lagi peristiwa gedung roboh yang memakan korban jiwa,” ujar Muhaimin, Senin (6/10) dikutip dari Jawa Pos.
Sosok yang populer dengan Sebutan Cak Imin itu menyatakan bakal menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat proses audit serta perbaikan struktur bangunan yang dinilai berisiko.
Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh pesantren memiliki standar keamanan yang layak dan sesuai ketentuan konstruksi.
Selain itu, kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan difokuskan untuk memberikan bantuan teknis dan tenaga ahli konstruksi bagi pesantren yang tengah membangun atau merenovasi gedung.
“Kemenko PM akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk memberikan bantuan kepada pondok pesantren yang tengah membangun dan merenovasi gedungnya,” tegasnya.
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap keselamatan santri di seluruh pesantren. Ia menyebut, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa yang menempuh pendidikan di lembaga keagamaan tersebut berada dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
“Pondok pesantren sejak dahulu menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keamanan dan keselamatan santri wajib terjamin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Muhaimin menekankan bahwa keselamatan para santri bukan hanya soal perlindungan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.
Harapannya, audit nasional terhadap bangunan pesantren ini bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari