Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gerhana Bulan Hampiri Indonesia di Ujung Liburan Maulid Nabi, Kemenag Imbau Masyarakat Salat Khusuf, Begini Tata Caranya

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 5 September 2025 | 02:53 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akhir pekan libur Maulid Nabi Muhammad SAW bakal ditandai dengan datangnya gerhana bulan total pada Minggu malam (7/9). Gerhana bulan tersebut merupakan satu-satunya gerhana bulan yang dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia tahun ini.

Menimbang hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) RI menghimbau masyarakat mulsim Indonesia untuk melaksanakan salat khusuf, alias salat gerhana bulan. Terlebih periode gerhana bulan secara keseluruhan terjadi cukup lama, mulai dari pukul 22:27 WIB hingga 03:56 WIB.

“Umat Islam dapat mengambil hikmah sekaligus memperkuat ukhuwah dengan melaksanakan ibadah berjemaah, khususnya salat khusuf di masjid atau musala terdekat. Gerhana bulan ini menjadi momentum memperbanyak zikir, istigfar, dan doa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa, ” jelas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad.

 

 

Salat khusuf atau salat gerhana bulan bersifat sunnah muakkad, berasal dari perilaku dan sabda Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadist berikut:

عن عَائِشَةَ أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ على عَهْدِ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا الصَّلاَةَ جَامِعَةً فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ في رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعِ سَجَدَاتٍ [رواه البخاري واللفظ له ، ومسلم ، وأحمد]

"Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka ia lalu menyuruh orang menyerukan ash-shalatu jamiah. Kemudian beliau maju, lalu mengerjakan salat empat kali rukuk dalam dua rakaat dan empat kali sujud" [HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad]

عن أبي مَسْعُودٍ قال قال النبي صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ من الناس وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ من آيَاتِ اللَّهِ فإذا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا [رواه البخاري ومسلم]

"Dari Abu Masud r.a., ia berkata: Nabi saw telah bersabda: Sesungguhnya matahari dan Bulan tidak gerhana karena kematian seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihat gerhana keduanya, maka berdirilah dan kerjakan salat" [HR al-Bukhari dan Muslim]

 

Tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan kurang lebih serupa dengan salat gerhana matahari, namun memiliki perbedaan pada niat salat. Sesuai hadist nabi yang telah tercantum, salat dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan empat kali sujud. Untuk salat gerhana bulan, niat yang diucapkan adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal kusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ. (“Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala”)

Tata cara melakukan salat gerhana bulan adalah sebagai berikut:

  1. Tunggu hingga gerhana bulan tiba. Disarankan salat gerhana bulan dilaksanakan ketika mulai memasuki gerhana bulan sebagian
  2. Membaca niat, sesuai posisi menjadi imam atau makmum
  3. Takbiratul ihram, layaknya salat wajib
  4. Membaca doa iftitah dan taawudz, kemudian surat Al-Fatihah. Kemudian disambung surat panjang, idealnya Surat Al-Baqarah dengan jahr (suara lantang).
  5. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al Baqarah.
  6. I'tidal, namun dilanjut dengan surat Al-Fatihah, kemudian surat panjang kedua, idealnya surat Ali Imran
  7. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al Baqarah.
  8. I'tidal, dengan membaca doa i'tidal seperti salat wajib
  9. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
  10. Duduk di antara dua sujud.
  11. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
  12. Bangkit dari sujud, ulangi langkah dari rakaat pertama. Namun untuk rakaat kedua, setelah Al-Fatihah pertama (bangkit dari sujud) disarankan membaca surat An-Nisa, sementara setelah Al-Fatihah kedua (i'tidal pertama) disarankan membaca surat Al-Maidah.
  13. Tasyahud akhir, diakhiri dengan salam.

Sebelum mengerjakan salat gerhana, disunnahkan pula untuk mandi, berdoa, membaca takbir dan bersedekah. Sementara setelah salat gerhana, disunnahkan untuk menggelar khutbah berisi tausiyah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bertaubat, berbuat kebaikan dan sebagainya. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#salat gerhana bulan #hadist nabi #Tata Cara Salat Gerhana Bulan #maulid nabi #Salat khusuf #kemenag #nabi muhammad saw #gerhana bulan #gerhana bulan total #bulan #gerhana #salat gerhana #kemenag ri