RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebakaran hebat pada sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora menyita perhatian banyak pihak.
Hal ini menggerakkan Pemprov Jateng untuk menyiapkan tim verifikasi lapangan (verlap) untuk serius menata sumur-sumur di wilayahnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, perlunya langkah serius untuk menata sumur-sumur minyak rakyat di wilayahnya.
Namun, menurut dia, hal mendesak yang perlu dilakukan atas kejadian kebakaran itu adalah upaya memadamkannya. ‘’Sekarang lebih bagaimana untuk memadamkan itu,’’ jelas Sumarno.
Pihaknya sedang membentuk tim verifikasi dari lintas sektoral, untuk menata sumur-sumur minyak rakyat yang ada di wilayahnya.
Tim verifikasi itu sebenarnya mulai dibentuk sebelum kejadian terbakarnya sumur minyak milik masyarakat di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora tersebut.
‘’Karena risikonya cukup besar. Kalau yang jadi masalah, begitu ilegal itu tidak ada yang mengasesmen masalah sisi keselamatan, ya itu yang menjadi problem utamanya,’’ imbuhnya.
Dia menjelaskan, tim verifikasi ini bersifat lintas sektoral dan tidak hanya menyasar Blora, tetapi juga seluruh Jawa Tengah. Sehingga, bisa dilakukan asesmen.
‘’Soal regulasi dan teknis pengawasan sumur minyak rakyat atau tradisional, kami masih menunggu arahan dari pemerintah pusat,’’ ujarnya.
Untuk diketahui, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jateng, kebakaran sumur minyak rakyat di Blora pada Minggu lalu (17/8) itu menelan korban tiga orang meninggal dan dua orang terluka.
Di samping itu, sebanyak 303 KK atau 760 jiwa harus mengungsi. Selain itu, juga terdapat satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan tiga ekor ternak mati. Hingga Kamis (21/8), tim gabungan masih berupaya memadamkan api. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko