Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BMKG Sebut Kemarau di Indonesia Masih Belum Dominan, Masih ada Kemungkinan Cuaca Esktrem

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 13 Juli 2025 | 01:39 WIB
CUACA EKSTREM: Pepohonan di wilayah Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban roboh akibat diterjang angina kencang. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
CUACA EKSTREM: Pepohonan di wilayah Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban roboh akibat diterjang angina kencang. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi damn Geofisika (BMKG) kembali mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada di tengah kemarau basah. Temuan BMKG sebagaimana disampaikan Sabtu (12/7), baru 30 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

Secara spesifik, musim kemarau baru terasa di sisi selatan Indonesia. Sementara wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua masih berpeluang dilanda hujan sedang dan hujan lebat, disertai petir dan angin kencang setidaknya seminggu ke depan.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dinamika atmosfer yang kompleks seperti konvergensi angin, sirkulasi angin siklon dan gelombang ekuatorial masih memicu terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan deras.

“Meskipun kita sudah memasuki pertengahan musim kemarau, berbagai faktor atmosfer global dan regional masih mendukung terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di banyak wilayah,” terangnya dalam rilis resmi BMKG.

Dwikorita memperkirakan cuaca ekstrem masih terjadi mulai 12 hingga 18 Juli di wilayah-wilayah tersebut. Selain itu angin kencang juga masih berpotensi berhembus di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Maluku, dan turut menyebabkan gelombang tinggi di area laut selatan Indonesia.

Sehingga Dwikorita meminta masyarakat untuk tetap siaga saat beraktivitas. “Masyarakat harus tetap waspada, meskipun secara kalender kita berada di musim kemarau. Jangan lengah. Cuaca bisa berubah cepat dan membawa dampak besar,” jelasnya. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #indonesia #Kemarau Basah #Cuaca Ekstrem #Hujan #Musim Kemarau #BMKG #dwikorita karnawati