Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam pada Libur Sekolah, BMKG Minta Transportasi Selalu Waspada

Hakam Alghivari • Jumat, 4 Juli 2025 | 02:06 WIB
BMKG imbau masyarakat dan operator transportasi agar waspada. Cuaca buruk masih mengintai.
BMKG imbau masyarakat dan operator transportasi agar waspada. Cuaca buruk masih mengintai.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan operator transportasi untuk waspada terhadap cuaca ekstrem selama libur sekolah.

Meski sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer dan laut di Indonesia masih sangat dinamis dan berisiko mengganggu keselamatan perjalanan darat, laut, dan udara.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah atau high season, BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia masih berpotensi ekstrem. Hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga gangguan transportasi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pengambilan keputusan dalam operasional transportasi harus mengacu pada data meteorologi yang kami sampaikan secara resmi dan berkala,” tegas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam siaran pers resmi, Kamis (3/7).

BMKG mencatat, selama sepekan terakhir, telah terjadi berbagai kejadian cuaca ekstrem yang berdampak signifikan. Salah satunya adalah insiden tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 2 Juli 2025, serta sejumlah gangguan penerbangan akibat cuaca buruk.

Dwikorita menekankan bahwa kejadian ini sesuai dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang telah dikeluarkan BMKG sejak H-1 dan sepekan sebelumnya.

“Masyarakat dan operator transportasi harus disiplin memantau dan mematuhi informasi cuaca. Kami memperbarui prakiraan secara rutin melalui berbagai kanal komunikasi resmi BMKG,” imbuhnya.

Musim Kemarau Belum Merata, Cuaca Masih Labil

Hingga akhir Juni 2025, BMKG mencatat bahwa baru 30 persen zona musim di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Ini jauh di bawah kondisi normal, di mana seharusnya lebih dari 60 persen wilayah sudah memasuki kemarau pada periode yang sama.

Anomali ini terjadi karena curah hujan di atas normal masih mendominasi sekitar 53 persen wilayah, termasuk Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Situasi ini semakin memperbesar risiko gangguan terhadap aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan transportasi dan pariwisata selama musim libur.

Transportasi Diminta Taat Prosedur Berbasis Cuaca

BMKG meminta seluruh pihak, terutama operator transportasi darat, laut, dan udara, untuk menjadikan informasi cuaca sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan operasional. Dwikorita menegaskan bahwa kepatuhan terhadap informasi meteorologi bukan sekadar pilihan, tapi bagian dari prosedur standar demi keselamatan jiwa.

“Cuaca saat ini tidak bisa diprediksi hanya dengan intuisi atau kebiasaan. Kita harus berbasis data dan bersiap menghadapi dinamika iklim yang berubah cepat,” tegasnya.

Akses Informasi Cuaca Resmi BMKG

Untuk mendukung keselamatan publik, BMKG menyediakan informasi cuaca terkini melalui aplikasi infoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, serta kanal media sosial seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, dan YouTube di bawah akun resmi @infoBMKG. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#pariwisata #Libur Sekolah #Informasi BMKG #BMKG #cuaca eksrem