RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tanggal 7 Juni merupakan salah satu hari dengan sejarah yang cukup dalam di Indonesia, meskipun tidak diperingati sebagai hari nasional. Di tanah air, tanggal tersebut mencatat tonggak sejarah di bidang kemanusiaan, teknologi dan poltik.
Semua peristiwa tersebut terjadi di era 90an, dan hampir seluruhnya menggambarkan peradaban di Indonesia jelang dan pasca reformasi 1998. Peristiwa-peristiwa ini juga menjadi sedikit bagian dari akar Indonesia era modern.
1993: Komnas HAM Terbentuk
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) resmi terbentuk pada 7 Juni 1993, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993. Pembentukan Komnas HAM merupakan tindak lanjut dari hasil Lokakarya tentang Hak Asasi Manusia yang diprakarsai Departemen Luar Negeri dan PBB, yang dilaksanakan pada 1991.
Pada saat pertama berdiri, Presiden RI kala itu, Soeharto menunjuk mantan Ketua Mahkamah Agung RI, Ali Said sebagai ketua Komnas HAM. Soeharto juga menugaskan Ali untuk menyusun struktur organisasi komisi, dengan total 25 anggota termasuk Ali sendiri.
Namun di tengah jabatannya Ali meninggal dunia pada 1996. Posisinya sebagai Ketua Komnas HAM digantikan sementara waktu oleh Marzuki Darusman hingga akhir masa jabatan semestinya pada 1998.
Namun baru pada 1999 keberadaan Komnas HAM diperkuat melalui Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999. Kemudian pada periode keanggotaan 2017-2022, Komnas HAM menciptakan subkomisi Pemajuan HAM dan Penegakan HAM.
1994: Rekaman Koneksi Internet Antar Benua Pertama di Indonesia
Sejarah internet di Indonesia berawal pada 1986, ketika Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie dan Firman Siregar mencetuskan untuk membangun jaringan komunikasi seluruh Indonesia melalui proposal IPTEKNET. Dalam kapasitasnya sebagai ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Dewan Riset Nasional (DRN), BJ Habibie dan para akademisi nasional membangun prototipe jaringan internet di Indonesia di bawah payung IptekNet.
Awalnya jaringan internet tersebut berfokus pada penggunaan akademik dan perpustakaan di beberapa universitas dalam negeri. Kemudian pada 1994, IptekNet berhasil terhubung ke jaringan internet luar negeri pada 7 Juni 1994 melalui ping dari peneliti jaringan internet asal Amerika Serikat, Randy Bush.
Berhubung IptekNet saat itu masih menggunakan jaringan kecepatan 64 kilobyte untuk layanan mereka, Randy mencatatkan waktu koneksi dengan kecepatan cukup lambat, yakni 755 ms. Namun temuan ini membukan jalan bagi perusahaan swasta dalam negeri untuk menawarkan internet kepada masyarakat luas.
1999: Pemilu Perdana Pasca Reformasi
Pemilihan Umum (Pemilu) pada 7 Juni 1999 menjadi pemilu perdana yang dilaksanakan setelah Reformasi 1998. Sedianya pemilu ini dilaksanakan pada 2002 berhubung pemilu sebelumnya telah dilaksanakan pada 1997, namun perubahan politik pasca reformasi dan tekanan dari publik mempercepat pelaksanaan pemilu ke tahun 1999.
Pemilu 1999 juga menandai dimulainya kebebasan berpolitik oleh masyarakat, dengan mekarnya berbagai partai politik (parpol) baru. Sebagai perbandingan, Pemilu 1997 hanya diikuti tiga parpol, sementara Pemilu 1999 diikuti oleh 48 parpol.
Pemilu 1999 dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang dibentuk oleh Megawati Soekarnoputri setelah dirinya dikudeta dari kursi ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) oleh Soerjadi di bawah arahan Soeharto pada 1996. PDI-P meraih total suara 33,74 persen dalam Pemilu. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana