RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jemaah haji Bojonegoro mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah kemarin (4/6). Pemberangkatan dilakukan serentak dari hotel masing-masing. Pemberangkatan jemaah menuju Arafah untuk pelaksanaan puncak haji yang akan dimulai 9 Zulhijjah 1446 Hijriyah, tepatnya hari ini (5/6).
Berdasar informasi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, para jemaah haji akan melaksanakan ibadah puncak haji. Meliputi, pelaksanaan wukuf di Arafah yang akan dilakukan hari ini (5/6). Kemudian, setelah magrib, 10 Zulhijjah 1446 Hijriyah, jemaah meninggalkan Arafah dan mabit di Muzdalifah atau murur ke Mina.
Selanjutnya, jemaah haji akan melakukan ibadah lempar jumrah aqobah dan bercukur pada 10 Zulhijjah, tepatnya besok (6/6). Dilanjutkan dengan mabit di Mina dan lempar jumrah di Hari Tasyriq mulai 11-13 Zulhijjah 1446 H, yakni Sabtu (7/6) hingga Senin (9/6).
Kepulangan Nafar Awal dari Mina ke Hotel jemaah di Makkah dilakukan pada Minggu (8/9). Sedangkan, untuk kepulangan Nafar Tsani dari Mina ke Hotel di Makkah pada Senin (9/6), jemaah juga akan mulai menerima konsumsi makan siang di Makkah mulai hari itu.
Bus shalawat akan kembali mulai beroperasi pada Selasa (10/6), jemaah safari wukuf lansia non mandiri kembali ke kloter.
‘’Puncak haji pada hari ini (5/6), bertepatan pada 9 Zulhijjah, di saat seluruh jemaah sudah ada di Padang Arafah. Kemudian, besok (6/6), tepatnya 10 Zulhijjah, semua jemaah haji sudah merapat ke tenda-tenda Mina,’’ terang Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik.
Dia menyampaikan, sebelum menuju Arafah pada hari ini (5/6), para jemaah yang tergabung dalam KBIHU Masyarakat Madani lebih dulu melaksanakan tanazul dengan biaya sendiri menuju ke Mina. Hal tersebut sebagaimana yang dijalankan oleh Rosulullah SAW. Yakni, mampir dulu ke tenda Mina untuk melakukan tarwiyah sebelum menuju Arafah pada 9 Zulhijjah.
‘’Pemerintah tidak menjalankan ini karena jemaah pada 8 Zulhijjah baru diangkut ke Arafah. KBIHU Masyarakat Madani ingin menyelusuri jejak Rosulullah. Sehingga, menjalankan tarwiyah lebih dulu dengan biaya mandiri,’’ ujarnya.
Imbauan untuk para jemaah haji Bojonegoro kembali disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdulloh Hafidz, penting untuk menjaga diri dan menaati peraturan dalam pelaksanaan puncak ibadah haji. Mulai dari menjaga kesehatan, menjaga koordinasi dengan petugas, serta memperhatikan imbauan dan larangan yang telah disampaikan oleh petugas haji.
‘’Taati aturan dan jaga ketertiban,’’ imbaunya. (ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana