Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Skema Murur dan Tanazul Kembali Diberlakukan, Solusi Minimalisasi Kepadatan Puncak Haji

Hakam Alghivari • Senin, 14 April 2025 | 20:30 WIB
CJH Bojonegoro 2025 ketika mengikuti kegiatan Kemenag Bojonegoro.
CJH Bojonegoro 2025 ketika mengikuti kegiatan Kemenag Bojonegoro.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerintah kembali melaksanakan murur dan tanazul di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji tahun ini. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk solusi kepadatan puncak haji di Muzdalifah dan Mina.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdullah Hafidz mengatakan, pelaksanaan murur kembali dilanjutkan tahun ini. Artinya, untuk pelaksanaan mabit di Muzdalifah yang seharusnya menginap sampai tengah malam.

Untuk jemaah lanjut usia (lansia), sakit, atau berkebutuhan khusus tidak perlu menginap. ’’Istilahnya, menginapnya hanya berhenti sebenar di dalam bus. Setelah itu, perjalanan lagi ke Mina,” jelasnya.

Dia melanjutkan, selain diberlakukan murur, pelaksanaan haji tahun ini juga terdapat tanazul. Skema tanazul baru diberlakukan pada pelaksanaan haji tahun ini. Layanan tanazul diberlakukan pada saat jemaah tinggal di Mina.

Setelah melakukan wukuf di Arafah dan melintas di Muzdalifah, jemaah biasanya melakukan mabit sekaligus melempar jumrah di Mina. Dengan tanazul, sebagian jemaah tidak menginap di tenda Mina.

Melainkan, menginap di hotel, tanpa meninggalkan kewajiban melempar jumrah. ’’Untuk jemaah yang sakit atau lansia, bisa menginap di hotel dekat Mina. Jadi, tidak menginap di tenda Mina. Skema tanazul baru ada tahun ini,” ujarnya.

Selain pemberlakukan tanazul, menurut Hafidz sapaannya, beberapa kebijakan haji lainnya sama seperti tahun sebelumnya. Meski terdapat penurunan nilai biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun ini.

Namun, pelaksanaan haji diklaim tidak akan mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Termasuk, perihal pelayanan hingga fasilitas lainnya. ’’Yang lain-lain sama. Konsepnya malah diperbaiki untuk tahun ini,” pungkasnya. (ewi/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Murur #cjh #Kemenag Bojonegoro #Tanazul #haji