RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akibat curah hujan tinggi yang menerpa area Jawa Tengah, enam kecamatan di Kabupaten Grobogan terendam banjir pada Selasa (21/1). Hujan menyebabkan tiga sungai, yakni Sungai Lusi, Sungai Tuntang, dan Sungai Serang meluap dan tidak mampu menampung air.
Transportasi kereta api (KA) turut terdampak oleh banjir tersebut. Diketahui, rel KA di KM 32+5/7 di antara Stasiun Gubung dan Stasiun Karangjati yang berada di kabupaten tersebut turut terendam banjir. Sehingga, tidak dapat dilewati KA.
Akibat terputusnya jalur akses yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk mengarahkan KA baik dari Jatim (Daop 8 Surabaya) maupun Jateng (Daop 4 Semarang) untuk memutari jalur tersebut.
Dari sisi Jatim melalui keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, tiga KA terdampak pemutaran jalur, yakni KA Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol), KA Argo Bromo Anggrek dan KA Sembrani (Surabaya Pasar Turi – Gambir).
“Sampai pada pukul 08.00 WIB, terdapat 3 KA keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasarturi mengalami perubahan pola operasi,” jelas Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif melalui statemen resmi.
Rencananya, KA Ambarawa Ekspres dan KA Sembrani dialihkan untuk memutari stasiun Gubug yang terdampak banjir, melalui Stasiun Gambringan, Stasiun Gundih dan Stasiun Kedungjati. Setelah melewati Stasiun Kedungjati, KA akan kembali diarahkan menuju Stasiun Brumbung untuk mencapai Stasiun Semarang Poncol.
Sementara, KA Argo Bromo Anggrek bakal diputar sebanyak dua kali. Alih-alih mengakses Jawa Tengah melalui Stasiun Bojonegoro, KA akan diarahkan menuju Stasiun Surabaya Gubeng lebih dulu, sehingga melewati Stasiun Kertosono Nganjuk untuk mencapai Jawa Tengah melalui Stasiun Solo Jebres. Kemudian alih-alih menuju Stasiun Semarang Poncol sebelum pergi ke arah Jawa Barat, KA akan dialihkan untuk berhenti di Stasiun Semarang Tawang sebelum beranjak ke Stasiun Cirebon.
Sementara ini, KAI belum dapat memastikan hingga kapan perubahan rute tersebut berlaku. Perubahan rute bergantung pada proses penanganan banjir yang merendam rel KA di antara Stasiun Gubug dan Karangjati.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah Daop 4 Semarang, terus memantau kondisi di lokasi dan akan memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan penanganan banjir kepada masyarakat,” jelas Luqman. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana