RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Haji yaitu salah satu rukun Islam, kewajiban bagi umat Islam yang mampu secara finansial dan jasmani. Setiap tahun jutaan umat Islam dari seluruh dunia berbondong-bondong ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji.
Rukun Haji merupakan aspek penting yang harus dilaksanakan dengan segala kesungguhan dan ketaqwaan. Ada enam rukun haji yang tidak boleh dilewatkan, diantara nya:
- Ihram: Ihram adalah salah satu rukun haji yang pertama dan terpenting. Seseorang yang ikhlas memulai ibadah haji dengan menyatakan niatnya dan mengenakan ihram yang terdiri dari dua lembar kain yang tidak dijahit. Saat memasuki Ihram, seorang jemaah haji harus mengikuti sejumlah aturan dan pantangan, antara lain larangan memotong rambut dan kuku serta memakai wewangian.
- Wukuf di Arafah: Wukuf di Arafah merupakan hakikat ibadah haji. Pada hari ke 9 Dzul Hijjah, jemaah berkumpul di Lapangan Arafah, tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya. Pada saat Wukuf, jemaah berdoa, bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Wukuf di Arafah merupakan momen penting dalam mencari keberkahan dan ampunan.
- Tawaf: Tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali searah jarum jam, dimulai dari sudut Hijr Ismail. Merupakan simbol persatuan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT. Tawaf juga merupakan salah satu rukun haji yang tidak boleh dilewati dan dilakukan dengan penuh rasa hormat dan ketaqwaan.
- Sa'i: Setelah mengelilingi jemaah melakukan Sa'i, yaitu. berlari tujuh kali antara pegunungan Shafa dan Marwah. Sa'i mengingatkan kita pada kesabaran dan keberanian istri Nabi Ibrahim, Hagar, saat mencari air untuk putranya, Ismail. Sa'i merupakan bagian integral dari ibadah haji yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
- Halq atau Taqsir: Usai melaksanakan Sa'i, jemaah haji melakukan tahallul dengan cara mencukur atau memotong rambut. Pada laki-laki disebut halq dan pada perempuan disebut taqsir . Tahallul menandai berakhirnya ibadah haji dan melepaskan jemaah dari keadaan ihram.
- Ketertiban: Ketertiban atau ketertiban merupakan pilar terakhir ibadah haji. Jemaah haji wajib mengikuti tata cara dan tata tertib yang telah ditetapkan dalam melaksanakan ibadah haji. Menjaga ketertiban sangat penting untuk keabsahan ibadah haji.
Selama menunaikan ibadah haji, menjaga enam rukun ini adalah kunci keberkahan. Melalui kesungguhan, keteguhan hati dan ketaqwaan kepada Allah SWT, setiap jemaah haji berharap dapat menerima ampunan-Nya dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik.
Editor : Hakam Alghivari