RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kisah awal mula hewan kurban dalam konteks Islam berasal dari peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya, Nabi Ismail (Ishmael). Kisah ini dikenal sebagai "peristiwa pengorbanan" (Qurban) dan Perintah untuk berkurban ini telah digariskan oleh Allah SWT dalam Alquran:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2).
Perayaan hari raya Idul Adha tidak lepas dari pemotongan hewan kurban. Asal mula kurban berawal dari lahirnya nabi Ismail A.S. Pada saat itu dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim A.S tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ash-Shafaat (37) : 100).
Pada suatu waktu, Allah SWT menguji kesetiaan Nabi Ibrahim dengan sebuah perintah yang sangat berat. Allah memerintahkan Ibrahim melalui mimpi untuk mengorbankan putranya Ismail sebagai bentuk ujian keimanan dan ketaatan. Ibrahim, sebagai nabi yang taat, menerima perintah Allah dengan tulus.
Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat: 102)
Ketika Ibrahim memberitahu Ismail tentang perintah tersebut, Ismail dengan tulus menerima nasibnya dan bersedia untuk diorbankan sesuai dengan kehendak Allah. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail A.S. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:
“Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam (19) : 54)
Sedangkan Nabi Ismail A.S tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan kepada orang tuanya. Namun, ketika Ibrahim bersiap untuk melakukan pengorbanan tersebut, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba yang disediakan-Nya.
Peristiwa ini menegaskan kepatuhan dan kepercayaan Ibrahim kepada Allah, serta menyiratkan pentingnya pengorbanan dalam menjalankan perintah-Nya. Dari sinilah praktik potong hewan kurban dalam Islam berasal, sebagai peringatan akan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah, serta sebagai tanda penghormatan dan ibadah kepada-Nya.
Editor : Hakam Alghivari