Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Krisis Iklim Berdampak Buruk pada Perekonomian Global

Hakam Alghivari • Selasa, 21 Mei 2024 | 23:18 WIB
CUACA EKSTREEM: Heatwave kembali melanda asia.
CUACA EKSTREEM: Heatwave kembali melanda asia.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Krisis iklim mengancam penduduk dunia semakin miskin pada 2050. Dilansir dari riset terbaru Potsdam Institute For Climate Impact Research, memperkirakan pendapatan global rata-rata akan berkurang hingga 19 persen pada tahun 2050 akibat dari cuaca ekstrem yang disebabkan krisis iklim.

Penurunan pendapatan ini disebabkanpenurunan hasil tani dan produktivitas kerja yang ditimbulkan dari krisis iklim. Hantaman finansial akibat perubahan iklim tak hanya berdampak terhadap pemerintahan dan perusahaan besar, sebagaimana dilansir dari CNN, Rabu (17/4).

Para peneliti dalam studi tersebut menyampaikan setiap orang di seluruh dunia akan menanggung beban ekonomi karena perubahan iklim.

Lalu, Apa Hubungan Krisis Iklim dengan Perekonomian Global ?

Krisis iklim yang meningkatkan suhu bumi dapat memicu bencana seperti kemarau panajang, badai, banjir, dan juga kebakaran hutan. Akibatnya, petani akan mengalami gagal panen, gangguan infrastruktur seperti transportasi, penururunan produktivitas kerja.

Krisis iklim juga dapat membuat beban ekonomi global hingga mencapai Rp 616 kuadriliun per tahun 2050. Kerugian ini muncul dari miliaran rupiah yang harus dikeluarkan untuk perbaikan rumah, kendaraan, dan sarana prasarana umum yang rusak akibat bencana alam setiap tahunnya.

Riset tersebut juga memperkirakan, bahwa perubahan iklim akan mengurangi 17 persen Produk Domestik Brutic (PDB) global pada pertengahan abad ini. (cha/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#dampak #cuaca ekstreem #pdb #krisis iklim #ekonomi global