Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

LPG di Bojonegoro Langka, Namun Pelanggan Jaringan Gas Tak Terdampak

Hakam Alghivari • Jumat, 17 Mei 2024 | 20:15 WIB
TENANG: Pelanggan jargas di Bojonegoro tak terdampak kelangkaan elpiji 3 kilogram.
TENANG: Pelanggan jargas di Bojonegoro tak terdampak kelangkaan elpiji 3 kilogram.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) menyebabkan warga dan pelaku usaha seperti UMKM kelimpungan.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro meminta masyarakat untuk tidak menumpuk stok elpiji kosong.

Sebaliknya, pelanggan jaringan gas (jargas) tidak merasakan dampak kelangkaan elpiji subsidi di Bojonegoro. Meski bisa menjadi alternatif, namun perluasan jargas di Kota Migas masih belum bertambah setahun terakhir.

‘’Untuk perluasan jaringan gas masih belum ada, tapi kami menerima permohonan pemasangan gas di wilayah eksisting (depan rumah sudah ada pipa gas),” ungkap Subholding Gas PT Pertamina (Persero) PGN Area Head Bojonegoro Muhammad Arif, Kamis (16/5).

Hingga kini, jaringan gas (jargas) dinikmati sekitar 10.000 sambungan rumah (SR), meski hanya berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bojonegoro, Ngasem, dan Gayam.  Menurutnya, apabila ada perumahan atau wilayah perkampungan yang menginginkan jaringan dapat disampaikan untuk disurvei.

Kemudian, akan dihitung kelayakannya, dengan catatan wilayah tersebut berdekatan dengan pipa eksisting yang aktif. ‘’Target kami sangat besar, peluang untuk pengembangan jaringan bisa terjadi apabila ada potensi pasar yang bisa dihitung dengan kelayakan,” tambahnya.

Kepala Disdagkop UM Bojonegoro Sukaemi mengatakan, untuk menghindari sulitnya masyarakat mendapatkan elpiji meminta pangkalan hingga toko tidak terlalu lama menumpuk stok elpiji kosong.

‘’Jangan ada penumpukan tabung kosong elpiji 3 kg bersubsidi di toko-toko dan di pangkalan itu sendiri,’’ katanya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional V telah menambah pasokan elpiji 106 Metrik Ton per hari atau setara 34.670 tabung elpiji 3 kg per hari. Kemudian, stok setiap harinya di atas 50 tabung di setiap pangkalan resmi, dengan harga HET Rp 16.000 per tabung. (dan/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#jargas #lpg #lpg 3kg #lpg langka #pertamina #umkm #bojonegoro