RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gempa bumi yang menimpa Tuban, Bojonegoro dan sekitarnya turut melanda daerah-daerah yang lebih jauh, termasuk Pulau Bawean di Gresik. Berbagai fasilitas umum di pulau di utara Jawa Timur tersebut mengalami kerusakan akibat gempa.
Berdasarkan pantauan dari web BMKG, gempa terjadi sekitar pukul 3 sore WIB dengan episenter (pusat gempa) 114 km arah timur laut Tuban, dengan kedalaman 12 km. Gempa yang terjadi sejak Jumat, 22 Maret tersebut diduga terjadi karena pergeseran patahan sesar tua Jawa-Kalimantan yang terletak di area Tinggian Bawean sebelah barat.
Patahan tersebut menunjukkan aktivitas pergerakan intens, sehingga gempa susulan dapat berlangsung beberapa waktu hingga patahan tersebut kembali lurus. Di Bawean sendiri, terdapat sebanyak 150 gempa susulan dengan kekuatan di kisaran magnitudo 3.5 hingga 6.0. Namun, gempa tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Gempa di Pulau bawean menyebabkan kerusakan di dua kecamatan pulau tersebut, yakni Kecamatan Sangkapura di sisi barat pulau dan Kecamatan Tambak di sisi timur pulau.
Di Kecamatan Sangkapura, terdapat 11 desa yang terdampak oleh gempa. Rinciannya, total 901 rumah mengalami kerusakan, 12 sekolah rusak ringan, dan puluhan rumah ibadah turut mengalami kerusakan.
Sebuah masjid di Desa Gunungteguh roboh akibat gempa tersebut. DesaSuwari menjadi desa dengan dampak paling signifikan, dengan total 402 rumah rusak, 104 diantaranya rusak berat.
Sementara itu, 10 desa di Kecamatan Tambak turut terdampak. Kerusakan yang dialami lebih tinggi dibanding Kecamatan Sangkapura, dengan total 1.598 rumah rusak. Desa Telukdjatiwang menjadi desa paling terdampak, dengan total 712 rumah rusak, 392 diantaranya rusak ringan dan 42 rusak berat.
Selain itu, terdapat pula korban luka di Kecamatan Tambak. Hasi’ah (71) asal Dusun Tambak Timur, Desa Tambak menjadi satu-satunya korban luka setelah tertimpa genting saat menyelamatkan diri. Beruntung, luka yang diderita riungan, serta tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi.
BPBD Jatim dan Gresik meghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Saat kembali ke rumah, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana