RADAR BOJONEGORO - Hujan abu vulkanis setelah erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Minggu pukul 14.12 wib, menyebabkan tujuh kecamatan di Kabupaten Boyolali terdampak hujan abu vulkanis.
Pascaerupsi Gunung Merapi, angin bertiup ke arah Timur. Menyebabkan tujuh kecamatan terdampak hujan abu vulkanis tebal.
Ketebalan hujan abu vulkanis yang melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Boyolali tersebut bervariasi. Mulai dari sedang hingga tipis.
"Kecamatan Selo aman,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Suratno, Minggu (21/1).
Hujan abu vulkanis terpantau menyelimuti kendaraan, genting rumah, tanaman, dan jalan perkampungan.
Namun, tak berselang lama, hujan cukup deras mengguyur. "Alhamdulillah masyarakat tidak terganggu secara signifikan," kata Suratno.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, tapi tidak perlu panik. Karena situasi erupsi Gunung Merapi relatif aman dan terkendali.
"Apabila ada perubahan informasi yang perlu disampaikan terkait aktivitas Gunung Merapi, segera kami ikuti dan kami ambil langkah-langkah sebagaimana mestinya," papar Suratno.
Sementara itu, tujuh kecamatan yang terdampak hujan abu vulkanis erupsi Gunung Merapi yakni Cepogo, Musuk, Tamansari, Boyolali, Mojosongo, dan Teras.
Tak luput, kecamatan yang terjauh dari kawasan Gunung Merapi, yakni Sambi.
BPPTKG Jogjakarta menerangkan, erupsi Gunung Merapi pada 21 Januari terjadi pukul 14.12 wib.
Erupsi dengan amplitudo maksimal 70 mm berdusari 239.64 detik. Jarak luncur maksimal awan panas mencapai 2.400 meter ke arah Barat Daya.
"Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke Timur," tulis akun X BPPTKG.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan. (rgl/wa/cho)
Editor : Hakam Alghivari