Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mas Teguh Kunjungi Produsen Bawang Goreng di Baureno Bojonegoro, Perlu ada Perbaikan Kemasan dan Pemasaran

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 20 Desember 2023 | 19:42 WIB
masteguh.id FOR RADAR BOJONEGORO
masteguh.id FOR RADAR BOJONEGORO

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Mas Teguh melihat langsung kesibukan produksi bawang goreng milik Ismail 60 tahun asal Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Peluang usaha bawang goreng ini ternyata memiliki peluang yang bagus, pasarnya masih sangat terbuka, kebutuhan akan bawang goreng terus meningkat, namun usaha ini jarang di lirik oleh pelaku usaha.

Ismail adalah pemilik UMKM bawang goreng yang telah produksi sejak tahun 2019, dan mampu produksi bawang goreng 80 Kg - 1 Kwintal perhari. Ada dua jenis bawang goreng yang di produksi Ismail, yaitu bawang merah dan bawang putih.

"Setiap hari sekitar 80 Kg sampai 1 kwintal mas, untuk pemasaran biasanya ada yang langsung pesan dan banyak, nanti di jual lagi," ujarnya.

" Ya kalau perbulannya saya dapat uang sekitar 15 juta, itu kotor mas, keuntungan sekitar 40% lah," jelas Ismail.

Mas teguh atau yang bernama asli Teguh Haryono menyempatkan berkunjung dan melihat kesibukan produksi UMKM ini, Mas Teguh memuji keuletan Ismail dan istri yang setiap hari tanpa lelah memproduksi bawang goreng.

"Luar biasa ini pak Ismail, dari pagi sampai sore produksi bawang goreng, dan hanya di kerjakan berdua dengan istrinya," puji Mas Teguh.

UMKM bawang goreng milik Ismail ini sudah memakai alat, dimana ada mesin pemotong bawang dan spinner yaitu mesin untuk mengurangi kadar minyak. Namun untuk mengupas dan menggoreng masih manual.

Yang menjadi perhatian Mas Teguh adalah kemasan yang masih biasa dan kurang menarik, sehingga perlu dikemas yang bagus dengan merek atau nama tertentu sehingga pembeli saat melihat akan tertarik.

"Saya melihat kemasan bawang goreng pak Ismail ini masih biasa, artinya perlu dikemas yang bagus dengan merek tertentu, sehingga akan terlihat elegan, tentu pembeli yang pertama kali dilihat adalah kemasannya, sehingga kemasan itu harus bagus," ujarnya.

"Ini harus ada pembinaan terhadap UMKM seperti ini, seperti perijinan, PIRT atau Halal, namun pemasaran juga harus juga dibantu bisa juga di era saat ini diadakan pelatihan digital marketing, agar penjualan onlinenya bertambah," pungkasnya. (Red)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bawang merah #baureno #mas teguh #ismail #Produksi #bawang putih #teguh haryono #umkm #usaha #bawang goreng #bojonegoro #Pembinaan