BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Gerakan menjaga kebugaran dan gaya hidup sehat terus digencarkan oleh pegiat Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA) di Bojonegoro.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro pun merespon suka cita para pegiat SICITA, dengan melakukan upaya terstruktur, dan masif agar budaya hidup sehat menjadi kesadaran umum.
Salah satunya ibu-ibu di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, anggota senam juang SICITA telah menyentuh angka lebih dari 3.000. Salah satunya, pegiat senam juga tersebar di setiap desa di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Koordinator Sicita Kecamatan Ngasem Winarti mengatakan, senam Sicita tak hanya mengucurkan keringat dan membakar kalori.
Gerakan-gerakan pada senam ini sarat akan semangat nasionalisme, dengan diiringi lagu-lagu daerah dan lagu nasional. ‘’Atas inisiatif dari ibu-ibu di sini, menggerakkan budaya hidup sehat,” terangnya.
Menurutnya, saat ini Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Ngasem semakin giat. Selain mendapatkan manfaat dari kegiatan positif, ibu-ibu Sicita juga memperkenalkan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di tingkat desa.
Ribuan orang didominasi kaum perempuan melasaksanakan senam SICITA. ‘’Senam Senin lalu (6/12) di Desa Butoh, Kecamatan Ngasem,” ungkapnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bojonegoro M Hasan Abrori mengatakan, acara senam SICITA terus bergulir. Dilaksanakan berbagai kelompok maupun komunitas di banyak tempat. Dalam skala Desa, Kecamatan, maupun masal.
‘’Kegiatan senam semakin meluas, dilaksanakan kelompok maupun komunitas di sejumlah kecmatan,” ungkapnya kemarin (6/12).
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro melakukan strukturisasi terhadap personal, kelompok, maupun komunitas yang kerap membawakan senam Sicita.
Tak hanya struktur, DPC secara tersistem membekali para pengurus senam dengan teknik-teknik penggunaan media sosial. ‘’Tujuannya menyebarluaskan gerakan hidup bugar,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana