Radar Bojonegoro – Pembangunan jembatan Kanor Rengel (Kare) progresnya 65 persen, sehingga kurang 35 persen. Rekanan menargetkan pembangunan dengan 100 tenaga kerja itu selesai akhir Desember mendatang. DPRD terus memantau, agar pekerjaannya tidak molor.
‘’Perkiraannya akhir Desember baru selesai,’’ ungkap Manajer Proyek PT Dwi Ponggo Seto, Ilmanuddin. Menurut dia, saat ini progres pembangunan dalam tahapan erection atau pemasangan rangka baja jembatan Jembatan.
Itu adalah progres utama setelah pamancangan tiang. Progres ini diperkirakan akan berlangsung sebulan. ‘’Setelah itu, tahap finishing,’’ tegasnya. Menurut Ilman, sejauh ini pengerjaan jembatan melintas di Bengawan Solo itu tidak mengalami kendala.
Hujan beberapa kali mengguyur Bojonegoro tidak memengaruhi debit air sungai. Sehingga, pengerjaan terbilang lancar. Pengerjaan terus dikebut. Sebab, siswa waktu pengerjaan hanya tinggal dua bulan.
Sedangkan progres yang harus dikejar sebanyak 35 persen. Namun, Ilman optimistis bisa mengejar target itu. ‘’Akhir Desember kami targetkan selesai total,’’ tandasnya. Proyek pembangunan jembatan KaRe melibatkan 100 pekerja. Baik pekerja teknis maupun pekerja kasar.
Sejauh ini tidak ada tambahan atau pengurangan tenaga kerja. ‘’Sampai saat ini 100 pekerja itu yang kami libatkan,’’ jelasnya. Tahun lalu PT Dwi Ponggo Seto juga mengerjakan jembatan Luwihaji-Medalem.
Penghubung antara Kecamatan Ngraho Bojonegoro dengan Kabupaten Blora. Sedangkan jembatan KaRe menghubungan Kecamatan Kanor dengan Kecamatan Rengel, Tuban. Ketua DPRD Imam Sholikin meminta proyek-proyek insfrastruktur terus dikebut pengerjaanya.
Itu karena batas waktu pengerjaan tidak lama lagi. Hanya sisa dua bulan. Bahkan, bisa kurang dari itu. ‘’Jadi, pengerjaan kalau bisa harus selesai lebih cepat,’’ pintanya. Menurut Imam, sejumlah proyek besar memang ada yang sudah selesai.
Namun, banyak belum melakukan penyerapan anggaran. Itu terlihat dengan masih banyaknya anggaran proyek fisik belum terserap.
Editor : Bachtiar Febrianto