Radar Lamongan – Kemarin (22/8) merupakan hari kesembilan hilangnya anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Sumber Berkah. Pencarian masih terus dilakukan tim gabungan Polairud Polres Lamongan bersama tim SAR dari Surabaya. Namun belum ada satupun ABK yang ditemukan hingga pukul 14.30 WIB.
‘’Iya hari ini dilakukan pencarian oleh tim gabungan, sampai sekarang (kemarin sore, Red) belum ada yang ditemukan,’’ tutur Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Erni Sugihastuti kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/8).
Diberitakan sebelumnya, KMN Sumber Berkah ditumpangi sebelas ABK dan berangkat melaut Sabtu (14/8). Selanjutnya, KMN Sumber Berkah mengalami mati mesin. Di saat bersamaan cuaca buruk dan angin kencang datang. Terisi air menyebabkan kapal tenggelam. Para ABK menyelamatkan diri. Suwaras, Ulian Andafi, dan Ji bertahan hidup dengan mengapung di jeriken. Selanjutnya, ketiganya diselamatkan oleh nelayan yang melintas, Kamis (19/8) lalu.
Dari penuturan ketiganya, ada delapan ABK lain yang terpencar. Terdiri dari, Bakrul Ama, Waras, Nur Muhaimin, M. Anshori, Budi maryono, Imam Mardianto, Wardono, dan M. Wahidin. ‘’Kami terus memantau perkembangan pencarian,’’ terang Erni saat dikonfirmasi via ponsel.
Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan (RN) Blimbing, Wahid mengaku masih menunggu informasi dari tim gabungan yang sedang melakukan pencarian delapan ABK. ‘’Sampai sekarang (kemarin sore, Red) belum ada informasi ditemukan,’’ ucap Wahid.
Wahid mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pihak keluarga dari ABK yang belum ditemukan. Pihak keluarga, tutur Wahid, berharap besar seluruh ABK bisa ditemukan. ‘’Semoga nanti ada hasil yang terbaik,’’ katanya.
Wahid memastikan, kondisi tiga ABK yang berhasil selamat semakin membaik. Namun, satu ABK masih dirawat di Klinik Muhammadiyah setempat. Wahid mengatakan, tiga korban kecelakaan KMN Sumber Berkah mengalami trauma. ‘’Wajar lah empat hari tiga malam terombang-ambing di laut, pasti mengalami trauma. Dari RN Blimbing terus melakukan pendampingan,’’ ujar Wahid.
Editor : Indra Gunawan