Radar Bojonegoro - Jarum jam menunjukkan angka 16.30 kemarin (16/7), Agung Febianto masih bertugas. Sore menjelang senja, pasienpasien masih ada di depan sorotnya. Tenaga kesehatan (nakes) di salah satu rumah sakit swasta ini terus beraktivitas merawat pasien meski merasa lelah.
Seiring bertambahnya pasien Covid-19 akhir-akhir ini berimbas pada kepadatan aktivitas tenaga kesehatan. Sehingga berdampak kondisi ketahanan tubuh dan kesehatan mental. Akibatnya tenaga kesehatan rentan terpapar virus karena imun bisa menurun.
Agung mengaku sejak pasien Covid meningkat aktivitas merawat pasien mulai padat. Sehingga berpengaruh kondisi kesehatan, baik fisik dan mental. “Waktu kali pertama Covid masuk sudah pusing. Saking pusingnya banyak yang tertular,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Agung khawatir jika kondisi tenaga kesehatan terlalu lelah kemudian lengah, akan membawa virus pulang ke rumah. Tenaga kesehatan rerata memikirkan kondisi keluarga saat usai bekerja merawat pasien. Ia tetap khawatir meski saat bertugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
“APD memang melindungi, namun saking lelahnya imun kami menjadi turun. Kami menjadi waswas,” tutur nakes asal Kecamatan Kalitidu itu. Menurut dia, program menjaga kesehatan mental bagi tenaga kesehatan begitu penting. Agar aktivitas nakes bisa maksimal saat bertugas.
Selain menjalankan kewajiban, pemerintah perlu memenuhi hak tenaga kesehatan. “Nakes kadang kecolongan, ada nakes yang tertular. Insentif juga tidak dibayar-bayar,” keluh Agung.
Sandi Ovinia Putri relawan tenaga kesehatan di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo mengaku tetap waswas saat menangani pasien. Tentu para nakes rentan terpapar Covid -19 karena berkontak langsung dengan pasien.
Ia menyiasati agar imun tidak turun dengan mencukupi gizi dan makan teratur. Serta mengonsumsi vitamin. “Karena tenaga kesehatan memang harus siap dengan segala risiko,” jelasnya.
Menurut Ovinia, menjaga kondisi kesehatan mental begitu penting bagi tenaga kesehatan. Karena mental sehat akan berpengaruh imunitas tubuh. Mengontrol mental saat pasien mulai berangsur naik diperlukan bagi tenaga kesehatan.
Istiqlal Fitri dosen Stikes Muhamadiyah Bojonegoro menje laskan, saat pandemi ini nakes penting menjaga kesehatan, baik itu fisik dan psikologis. Nakes garda terdepan menangani Covid sementara saat ini masih bertambah orang yang terpapar.
“Mereka perlu mendapat perlindungan lebih karena kontak langsung dengan pasien,” katanya. Menurut Fitri, program pemulihan kondisi psikologis atau mental tenaga kesehatan begitu penting. Terkadang tenaga kesehatan merasa lelah, namun beban pekerjaan banyak ia melupakan kondisi kesehatannya. “Kurang istirahat akhirnya berdampak imunitas tubuh turun,” tuturnya. (luk)
Editor : Indra Gunawan