Radar Bojonegoro - Kebutuhan oksigen meningkat selama kasus Covid-19 tren menanjak. Selain pasokan aman bagi pasien di RSUD rujukan COvid-19, tentu kekhawatiran terhadap penderita yang isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro dr Askan mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di Bojonegoro sejauh ini terpantau aman. Sejauh ini tabung oksigen diprioritaskan bagi pasien Covid-19 bergejala dan di rumah sakit. Kalau pun ada pasien Covid-19 kebetulan tidak mendapat kamar di RS dan terpaksa isolasi mandiri (isoman), sebaiknya segera berkoordinasi ke puskesmas. Sehingga bisa segera dicarikan tabung oksigen.
“Nantinya puskesmas juga akan mencarikan solusi mengirimkan pasien tersebut isolasi mandiri di tempat-tempat penampungan seperti di Dander dan Hotel Bonero,” jelasnya.
Askan menyampaikan, Pemkab Bojonegoro segera mendorong seluruh rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 untuk menambah tempat tidur isolasi. Karena memang kondisi saat ini sedang ada lonjakan Covid-19 di Bojonegoro.
“Saat ini butuh peran pemerintah (Pemkab Bojonegoro) untuk mendorong RS agar mampu meningkatkan jumlah tempat tidur. Kalau memang RS sudah tidak mampu, bisa mengoptimalkan puskesmas,” jelasnya.
Terpisah, Polres Bojonegoro usai menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dan para direktur rumah sakit se Bojonegoro kemarin (7/7). Kapolres AKBP Eva Guna Pandia menyampaikan, bahwa saat ini tren jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro mengalami peningkatan sangat signifikan.
Hal ini perlu adanya koordinasi terkait penyediaan tempat tidur (TT) di RS. Menurut Kapolres, mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19 pemkab segera menyiapkan tambahan tempat tidur di rumah sakit negeri maupun swasta ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
“Kami harus punya strategi karena tren Covid-19 cukup tinggi, kami tidak ingin ada pasien tidak bisa terawat di rumah sakit,” tutur Kapolres. Bahkan, kalau bisa para direktur segera mencari tenaga medis tambahan atau relawan tenaga medis menangani pasien positif Covid-19.
“Para direktur segera koordinasi dengan Kadinkes untuk rekrutmen tenaga medis, harapannya pasien positif Covid-19 cepat ditangani,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro dr Ani Pudjiningrum berharap agar rumah sakit negeri maupun swasta ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 segera memenuhi kekurangan tempat tidur.
“Sudah ditentukan dari Kementerian Kesehatan RI sesuai Surat Edaran Nomor HK 02.01/Menkes/11/2021, tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien COVID-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan COVID-19,” bebernya.
Para Direktur sebaiknya buat surat edaran ke bawah terkait pasien positif Covid-19. Sebaiknya berdasarkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Bojonegoro sehingga warga Bojonegoro bisa tertangani dengan cepat, baik obat maupun tempat tidur.
Editor : Indra Gunawan