Radar Bojonegoro - Peternakan domba lebih berpotensi menyambut daya beli Hari Raya Idul Adha. Populasi domba di Bojonegoro mencapai 190 ribu. Tahun ini domba banyak diminati dibanding kambing meskipun harganya mulai naik.
Ashari salah satu peternak kambing dan domba mengatakan, permintaan menjelang Hari Raya Kurban mulai meningkat meski berlangsung bulan depan. Saat ini 15 kambing dan domba dari peternakannya sudah terjual. Diperkirakan semakin mendekati hari raya permintaan akan terus meningkat.
“Yang biasanya harga Rp 2 juta sekarang menjadi Rp 2,3 juta. Bahkan Rp 2,6 juta. Sedangkan harga Rp 3 juta sekarang naik menjadi Rp 3,5 juta,” ujar pemuda asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu.
Menurut dia, peminat domba lebih banyak dibanding kambing karena harga lebih murah. Sehingga pembeli lebih memilih domba. Kendala dihadapi peternak berkaitan modal usaha. Khusunya membeli bibit kambing dan domba, terlebih harganya meningkat setiap tahun.
Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, populasi domba di Bojonegoro mencapai 190 ribu. Diperkirakan mampu memenuhi permintaan untuk Hari Raya Kurban. Baik permintaan dalam maupun luar kota. “Bisa memenuhi, terutama domba, populasi tertinggi di Jatim,” jelasnya.
Pihaknya mengaku memfasilitasi dana bergulir (dagulir) provinsi untuk peternakan kambing. “Juga memfasilitasi KUR perbankan untuk pembinaan dan pendampingan kelompok ternak menjadi korporasi,” ujarnya. (irv)
Editor : Indra Gunawan