Radar Bojonegoro – Pintu Waduk Pacal mulai dibuka kemarin (20/5), rencananya akan berlangsung hingga 25 hari mendatang. Aliran air dari waduk hingga ke wilayah hilir harus dikawal, agar tepat sasaran. Karena rawan terjadi gejolak antarpetani. Ketersediaan air waduk di Kecamatan Temayang itu sekitar 23 juta meter kubik.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, agar pendistribusian air dapat menyentuh areal lahan pertanian masyarakat yang terjauh seperti di Kecamatan Kepohbaru. Harus dikawal semua pihak.
Tampungan air di waduk di Kecamatan Temayang itu menjadi penting bagi keberlangsungan pertanian di musim tanam saat ini. “Yang adil dan merata kepada masyarakat pemiilik yang jauh.“ katanya kemarin (20/5).
Sally menuturkan, selain pendistrib usian air, pengelolaan sumber air di Waduk Pacal juga diperlukan. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam (PU SDA) Bojonegoro dan instansi lainya untuk merawat dan mengelola air dengan baik. Agar cadangan air tetap bisa dimanfaatkan masyarakat. Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono menjelaskan, irigasi Waduk Pacal ada delapan, meliputi Pacal Kanan, Pacal Kiri, Pacal Me kuris, Pacal Padangberjo, Kalab, Ngleran, Ngunut, dan Dander.
Pihaknya menjanjikan akan membagikan secara merata air yang terkonsentrasi di Waduk Pacal. “Musim kedua bisa tuntas dan bisa panen,” tegasnya. Tedjo menjelaskan, yang menjadi permasalahan inti di Waduk Pacal saat ini belum bisa mengalir hingga Kecamatan Kepohbaru, karena banyak pompa yang terus menyedot air di wilayah hulu. Sehingga, air tidak bisa mengalir sampai hilir, ego petani perlu disikapi dengan kearifan lokal.
Dari pengamatannya, pokok permasalahan tersebut berada di Kali Mekuris, mengajak semua pihak ikut mengawasi area itu. Agar bisa mengairi lahan pertanian di bawahnya. Kalau musim tanam sudah dikasih giliran, namun terkadang masyarakat tidak mau berhenti, selalu mengambil air. Perlu keterlibatan himpunan petani pemakai air (Hippa) gabungan untuk mengordinir di Pacal Kiri dan Pacal Kanan. Serta melibatkan pihak kecamatan dan aparat lainya. “Supaya tidak ada ego, belum sampai ke bawah sudah habis nanti,” ujarnya.
Tedjo menegaskan, dulu debit air Waduk Pacal mencapai 41 juta meter kubik air dan sekarang tinggal 23 juta meter kubik. Sampai kemarin (20/5) Kali Pacal sudah dialiri 5 meter kubik, yang akan berlangsung selama 5 hari. Setelah hari ke lima akan terus di buka selama 20 hari. “IsyaAllah nanti akan sampai ke Kepohbaru,” tegasnya.
Risikonya, lanjut Tedjo, nanti air akan cepat habis, selama lima hari tinggal 16 juta meter kubik. Pihaknya mewanti-wanti para pengguna agar tidak menghabiskan air. “Kalau habis nanti waduk bisa retak terus isi lagi bisa pecah nanti, khawatir bisa menghanyutkan desa di bawah waduk,” bebernya.
Sedangkan Waduk Gongseng akan segera dilakukan pengisian beberapa tahap, untuk tahap awal nantinya akan diambilkan dari air Waduk Pacal dan air hujan. Nantinya, pemanfaatan air juga akan difokuskan untuk menyuplai kebutuhan air pertanian di wilayah timurhingga ke Kecamatan Baureno. “Dengan melewati kanal-kanal yang sudah ada,” imbuhnya. (luk)
Editor : Indra Gunawan