Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Ruang Laktasi Diperlukan Setiap Kantor Publik

Indra Gunawan • Jumat, 16 April 2021 | 21:00 WIB
Ruang Laktasi Diperlukan Setiap Kantor Publik
Ruang Laktasi Diperlukan Setiap Kantor Publik

Radar Bojonegoro - Tempat pelayanan umum harus tersedia tempat pelayanan berbasis perempuan. Dibutuhkan fasilitas dan prioritas berbasis perempuan, misalnya ruang menyusui atau laktasi. Sebab, perempuan memiliki privasi berbeda dibanding laki-laki. Sehingga merasa aman ketika berada di ruang publik.


Distya Recca Noviana Arrianti mengatakan, perempuan memiliki tingkat privasi lebih dibanding pria. Sehingga sangat diperlukan adanya fasilitas khusus di setiap tempat pelayanan publik. Meksipun sudah terdapat fasilitas bertujuan memprioritaskan perempuan, namun belum maksimal.


Recca sapaan akrabnya menjelaskan di pusat perbelajaan perlu disediakan ruang khusus perempuan seperti nursery room. Sebagai tempat diperuntukan ibu menyusui bayi. Sehingga para ibu tidak terbatasi ruang gerak saat menyusui, agar privasinya terjaga. “Fasilitas masih kurang, layanan khusus perlu diperhatikan,” ungkapnya.


Intan Setyani anggota komunitas Perempuan Berkisah Wilayah Jawa Timur mengatakan, pusat perbelajaan dan tempat umum lainnya perlu didorong fasilitas khusus untuk perempuan. Salah satunya yang urgen yakni tempat menyusui bayi atau ruang laktasi. Menurut Intan, akses kamar mandi berbeda antara perempuan dan laki-laki juga perlu dipisah.


Dengan mempertimbangkan kondisi antara laki-laki dan perempuan berbeda. Keduanya tidak bisa disamakan. Selain itu bagi kelompok rentan maupun kelompok disabilitas. Intan menjelaskan, akan lebih baik dan mendukung kerja reproduksi perempuan, jika di kamar mandi khususnya bagi perempuan disediakan pembalut. Kondisi biologis perempuan mengalami menstruasi. Dan tidak semua perempuan bekerja atau keluar rumah selalu membawa pembalut.


“Perlu ada kamar mandi mendukung kerja reproduksi perempuan, sehingga memu dahkan,” ungkap anggota tim advokasi komunitas Perempuan Berkisah itu.


Selain itu, perlindungan perempuan saat beraktivitas maupun bekerja. Jauh dari kekerasan maupun pelecehan seksual. Sehingga di masing-masing instansi atau perusahaan perlu mendorong kebijakan mengarah perempuan bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual. Intan menambahkan perlu lampu jalan merata di setiap jalanan kota untuk wujud mendukung dan memberikan ruang aman bagi perempuan atau kelompok rentan lainnya. (irv)

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro