Radar Bojonegoro - Dua puluh tahun lalu, helikopter BO-105 Bolkow NV-406 terjatuh di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo. Peristiwa menewaskan empat anggota TNI Angkatan Laut (AL) itu membuat heboh masyarakat Bojonegoro. Nah, peristiwa bersejarah itu kemarin (30/3) dikenang.
Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Laksamana Edwin hingga penasaran dan mendatangi ke lokasi jatuhnya helikopter pada 21 Agustus 2000 itu. Sekaligus dibangun monumen Memorial Helikopter BO-105 Bolkow NV406 di Desa Deru.
Laksamana Edwin mengatakan, peresmian monumen sejarah jatuhnya helikopter di Desa Deru kemarin memberikan penghormatan kepada prajurit yang gugur. Ada empat prajurit yaitu Lettu Anumerta Danniel Ferry S, Lettu Anumerta Asep Bambang, Sertu Anumerta Priyanto, dan Sertu Anumerta Dwi Puryanto.
“Sesuai surat keputusan mereka mendapat penganugerahan pangkat luar biasa,” katanya saat mendatangi Desa Deru. Edwin menjelaskan, mereka gugur setelah selesai melaksanakan tugas negara dalam rangka mendukung pengamanan sidang tahunan MPR di Jakarta.
Helikopter akan kembali ke pangkalan Surabaya setelah lepas landas dari semarang. “Heli mengalami crash landing,” ujar Edwin.
Monumen memorial Helikopter BO-105 Bolkow NV -406 ini diba ngun tepat di lokasi helikopter terjatuh. Yaitu pada kordinat 07.12.01 selatan dan 112, 00, 36 timur. Di areal persawahan milik Sutiyo yang tidak jauh dari rumah warga.
Sutiyo selaku pemilik tanah dijadikan monumen merasa senang karena mendapatkan penghargaan dari TNI AL. Kepala Desa (Kades) Deru Mulyono mengapresiasi pembangunan monumen memorial helikopter di desanya. Selain untuk mengenang sejarah, nantinya juga akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
Menurutnya peresmian itu sempat tiga kali mengalami penundaan dalam kurun waktu tiga tahun. “Dan dibangun pada 2020 sekitar enam bulan lalu,” jelasnya. Acara dilaksnakan di tengah area persawahan itu dihadiri pejabat utama Puspenerbal, Forkopimda Bojongoro, Ketua PG Jalasentri beserta pengurus dan tokoh masyarakat Desa Deru.
Sementara itu, tak banyak yang memiliki foto dokumen terkait jatuhnya helikopter pada 21 Agustus 2000. Jawa Pos dan Radar Bojonegoro masih memiliki dokumen foto dan halaman koran saat peristiwa bersejarah itu. Menjadi dokumen penting hingga saat ini. (mgl)
Editor : Indra Gunawan