Radar Bojonegoro - Tren jumlah kasus aktif Covid-19 di Bojonegoro terus menunjukkan penurunan. Jumlah kasus aktif tersisa 33 kasus pada Kamis lalu (25/3). Namun, penurunan kasus tersebut jangan sampai mengakibatkan masyarakat abai terhadap protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Bidang (Kabid) Pence gahaan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti mengatakan, memang tren kasus aktif Covid-19 terus turun. Tetapi pihaknya belum bisa menyimpulkan kondisi tersebut memang benar-benar turun atau tidak.
“Kami memantau untuk satu minggu terakhir memang terjadi penurunan, tapi belum bisa menyimpulkannya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Meski setiap hari ada pasien Covid-19 yang sembuh, tapi tetap diikuti kasus aktif Covid-19 baru.
Menurutnya, perlu dipantau lagi perkembangannya hingga dua minggu ke depan. Bahkan, saat ini sulit menentukan klaster Covid-19, karena meluas penyebarannya. Sehingga susah untuk menentukan sumber penularan awal. “Namun, klaster pelaku perjalanan dan klaster penularan di keluarga hingga saat ini masih mucul, jadi harus tetap waspada,” imbuh Whenny.
Whenny mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak abai dan lengah, agar tetap patuh protokol kesehatan Covid-19. Bahkan, bagi masyarakat sudah menerima vaksinasi juga harus disiplin pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.
Perlu diketahui, berdasar laman lawancorona.bojonegorokab.go.id sebaran 33 kasus aktif Covid-19 terdiri atas 7 orang Bojonegoro, 3 orang Kanor, 3 orang Ngraho, 2 orang Kedungadem, 2 orang Kapas, 2 orang Trucuk, 2 orang Kalitidu, 2 orang Padangan, dan 2 orang Purwosari. Selanjutnya 1 orang Tambakrejo, 1 orang Ngasem, 1 orang Temayang, 1 orang Dander, 1 orang Malo, 1 orang Sukosewu, 1 orang Balen, 1 orang Sumberrejo, dan 1 orang Kepoharu.
Editor : Indra Gunawan