Radar Bojonegoro – Anggaran desain pembangunan Waduk Pejok tembus Rp 2 miliar. Proses lelang sedang berlangsung di di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Desain sebelumnya dianggap tidak sesuai, karena ada perubahan lokasi. Proyek strategis nasional (PSN) itu diproyeksikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, dan Baureno.
Kabid Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Bungku Susilowati menjelaskan, desain ulang Waduk Pejok sudah dilelang sejak Februari lalu. Saat ini sudah memasuki tahapan kualifikasi persyaratan. Jumlah pesertanya 65 perusahaan. ‘’Tahapan lelangnya masih berlangsung hingga kini,’’ ujarnya.
Bungku menjelaskan, desain Waduk Pejok dibuat ulang karena desain lama tidak sesuai, terjadi perubahan. Mulai struktur tanah hingga lokasinya. Sehingga, diperlukan desain baru yang lebih sesuai. Penyusunannya didampingi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Karena Waduk Pejok salah satu proyek stategis nasional (PSN).
‘’Balai besar terus melakukan pendampingan terkait desain ini,’’ jelasnya. Bungku belum bisa memastikan pelaksanaan proyek Waduk Pejok itu. Namun, setelah desain selesai dibuat, diperkirakan kontruksi bisa segera dimulai. Paling cepat diperkirakan tahun depan. ‘’Nanti balai besar yang melaksanakannya. Kami hanya membantu,’’ jelasnya.
Waduk Pejok berlokasi di Kecamatan Kepohbaru. Persisnya di Desa Pejok. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan. Rencananya, waduk itu bisa mengatasi kekeringan di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, dan Baureno. Saat kemarau, tiga kecamatan itu sulit mendapatkan akses air untuk pertanian.
‘’Di wilayah itu juga belum ada waduk yang besar,’’ jelas kepala DPU SDA Bojonegoro, Tedjo Sukmono. Menurut Tedjo, adanya Waduk Pejok itu akan membuat pengairan di wilayah tiga kecamatan itu semakin bagus. Pertanian juga bisa dilakukan sepanjang tahun. Saat iniyang sudah selesai dibangun adalah Waduk Gongseng di Temayang. Rencananya, pertengahan tahun ini mulai dilakukan pengisian.
Editor : Indra Gunawan