Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Komunitas Sepeda Fixie Bojonegoro, Sepeda tanpa Shifter dan Kabel Rem

Indra Gunawan • Selasa, 12 Januari 2021 | 19:00 WIB
Komunitas Sepeda Fixie Bojonegoro, Sepeda tanpa Shifter dan Kabel Rem
Komunitas Sepeda Fixie Bojonegoro, Sepeda tanpa Shifter dan Kabel Rem

Sepeda jenis fixed gear pernah populer pada 2011 di Bojonegoro, lalu tenggelam. Kini, sepeda fixed gear kembali populer sejak akhir 2020. Sepeda tanpa rem itu cocok dipakai keliling kota.


BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro 


Tren bersepeda sejak pandemi Covid-19 memang melonjak. Namun, ternyata tak bertahan lama. Sejak masuk musim hujan, sepertinya masyarakat mulai enggan bersepeda. Kalau pun bersepeda, intensitasnya berkurang, tak seperti saat musim kemarau lalu. Tetapi, masih ada sekumpulan pemuda Bojonegoro konsisten mengayuh sepedanya keliling kota.


Uniknya ada sekumpulan pemuda memakai mirip sepeda balap, tapi tidak terlihat kabel shifter atau rem. Terlihat simpel dan rapi. Angger Bilal Prakoso, salah satu pemuda rajin bersepeda keliling kota itu mengatakan, bahwa sepeda yang ia pakai jenis fixed gear atau biasa disebut fixie.


Angger mengaku tidak secara resmi membentuk komunitas, tapi bersama teman-temannya kerap menamakan diri Pedal. “Pedal itu pelan-pelan budal (berangkat, Red). Intinya kami rutin bersepeda, karena memang sudah hobi,” ujar Angger.


Di komunitas Pedal juga tidak ada niat membatasi jenis sepeda boleh ikut gowes. Kebetulan saja rata-rata ikut gowes pakai sepeda fixie. Karena sebelumnya, teman-teman rutin ikut gowes itu tertarik ketika melihat Angger pakai sepeda fixie. Dua kali sepeda fixie milik Angger dibeli temannya. Sehingga Angger pun harus beli sepeda fixie lagi biar bisa gowes bareng.


“Jadi memang seperti meracuni teman-teman biar pengin bersepeda sekaligus meracuni pakai sepeda fixie,” tutur pemuda kelahiran 1993 itu. Pedal rutin bersepeda keliling kota setiap Jumat sejak Oktober 2020 lalu. Meski anggotanya tak pernah lebih dari 10 orang, Angger bersama teman-temannya tidak masalah.


Titik kumpul mereka pilih yaitu kafe-kafe di wilayah kota. “Lebih nyaman jumlahnya sedikit, tapi yang penting konsisten hehe,” ucapnya. Sebenarnya, sepeda fixie pernah populer sekitar 2011 lalu, Angger pun ikut meramaikannya. Sejak saat itu Angger kepincut sepeda fixie. Lambat laun tren sepeda fixie tenggelam. Hingga akhirnya bangkit lagi akibat pandemi Covid-19.


Banyak orang bersemangat mengayuh sepedanya dan beberapa orang khususnya pemuda tertarik sepeda jenis fixie. Menurutnya, sepeda fixie paling cocok dipakai anak muda. Tidak butuh bujet mahal, karena rerata sepeda fixie hasil rakitan dari frame sepeda balap. Lalu, para pemuda tentunya suka hal-hal simpel dan menantang seperti fixie.


Sisi menantangnya ini memang butuh adaptasi serta belajar dulu ketika mengayuh sepeda fixie. “Karena fixie tidak pakai rem maupun operan (shifter). Kesannya simpel dan menantang. Cara mengerem sepeda fixie, si pengayuh harus menahan putaran pedal. Teknik mengerem fixie itu namanya skid,” jelasnya.


Perawatan sepeda fixie juga mudah. Karena benar-benar tidak banyak onderdil. Para pengguna sepeda fixie biasanya hanya butuh rutin ganti ban, karena memang ban fixie kecil dan tipis. Lalu ganti model stang kalau bosan. Juga biasanya mengganti rasio gir depan dan belakang guna mengatur berat dan ringannya saat dikayuh.


“Rasio gir depan dan belakang ini tergantung selera dan kebutuhan. Tapi rata-rata gir depan 44 gigi lalu gir belakang sekitar 16 sampai 18 gigi,” terang alumni mahasiswa jurusan ilmu kepelatihan Unesa Surabaya 2016 itu.


Angger bersama anggota Pedal punya agenda menggelar acara cycling camp. Jadi, bersepeda bersama menentukan satu lokasi bernuansa alam. Lalu bawa peralatan untuk kemah satu malam. “Mungkin cycling camp bisa diagendakan selesai musim hujan,” ujarnya.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro