Radar Lamongan – Penularan virus korona di Lamongan masih meninggi. Tidak hanya masyarakat umum, sebanyak 21 tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19 selama bulan ini. Mereka terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan apoteker.
“Kita tidak bisa sebutkan masing-masing,” kata Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/12). Taufik mengatakan, nakes memang paling rentan terpapar, meski dalam bertugas sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan level yang sesuai.
Penyebabnya, antara lain paparan yang terjadi di lingkungan kerja, di lingkungan tempat tinggal, dan kelelahan serta ditambah perubahan musim. ‘’Karena itu, nakes maupun masyarakat tetap harus selalu menjaga kondisi kesehatannya agar tidak drop, yang mengakibatkan mudah terpapar virus tersebut,’’ tuturnya.
Menurut Taufik, sebenarnya nakes terpapar di Lamongan sudah terjadi sejak awal-awal merebaknya covid lalu. Namun jumlahnya tidak sebanyak bulan ini. Karena interaksi dengan kontak erat pasien cukup intensif. Apalagi tambahan kasus baru terpapar setiap harinya sangat banyak. Yakni mencapai 49 kasus selama tiga hari terakhir.
“Nakes ini harus bekerja ekstra menangani pasien. Sementara kondisi tubuhnya juga mulai menurun karena kelelahan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.
Taufik memastikan, orang-orang yang melakukan kontak erat dengan para nakes yang terpapar tersebut telah dilakukan tracing. Kemudian nakes tersebut akan diberikan perawatan jika mengalami gejala sakit.
Sementara nakes yang tidak mengalami gejala disarankan isolasi mandiri di rumah. Menurut dia, tambahan kasus ini tidak bisa dihindari karena perubahan musim membuat tubuh mudah drop.
Dia meminta semuanya agar menjaga kesehatan dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat dan minum vitamin. Meski banyak nakes terpapar Covid-19, Taufik memastikan kebutuhan nakes masih cukup. Karena untuk penanganan di rusunawa banyak dilakukan oleh nakes perekrutan baru. Sehingga nakes yang bertugas di fasilitas isolasi dan rumah sakit tetap pada fungsinya, tidak diperbantukan di rusunawa maupun puskesmas.
“Sebelum rusunawa digunakan sudah ada perekrutan dokter dan perawat sehingga kebutuhan masing-masing layanan kesehatan cukup. Alhamdulillah secara umum kebutuhan nakes di Lamongan masih cukup meski sebagian perlu perawatan,” paparnya.
Editor : Indra Gunawan