Radar Tuban - Setelah dikerjakan selama kurang lebih enam bulan, kemarin (11/12) Jembatan Kepet sisi selatan resmi beroperasi. Infrastruktur tersebut mendesak dibangun karena jembatan lama di sisi utaranya cukup mengkhawatirkan. Umurnya terlalu tua dan rentan rusak. Pertimbangan lain, titik ini rawan memicu kemacetan karena jembatan lama kondisinya lebih sempit dari jalan.
Sebelum jembatan baru tersebut beroperasi, arus lalu lintas dari Babat (Lamongan) dan Tuban hanya melintasi Jembatan Kepet lama. Jembatan yang berusia sekitar 21 tahun tersebut sering diperbaiki sementara setelah beberapa kali mengalami kerusakan. Salah satunya pada Juni 2018.
Jembatan tersebut dilakukan injeksi grouting atau suntik beton untuk menambah kekuatan jembatan. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Tuban - Babat - Lamongan - Gresik I Ketut Pa yun Astapa mengatakan, sebelum resmi dibuka kemarin (11/12), uji coba kendaraan berat dilakukan sehari sebelumnya.
Hasilnya, jembatan dinyatakan layak untuk dilewati. ‘’Sesuai aturan, jembatan di jalan nasional harus bisa memuat tonase maksimum,’’ terang dia. Payun sapaan akrabnya mengatakan, jembatan baru tersebut memiliki panjang 37 meter dan lebar 9 meter, sesuai standar jembatan di jalan nasional.
Jembatan yang pembangunannya dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 11,5 miliar tersebut memiliki tambahan jalan penyambung di masing-masing sisi sepanjang 200 meter. ‘’Semoga bisa mengurai kemacetan,’’ kata dia berharap.
Tak hanya menjadi pemicu kemacetan, jalan di barat jembatan hingga tanjakan Kepet yang curam juga ditetapkan sebagai blackspot atau lokasi rawan kecelakaan lalu lintas oleh Satlantas Polres Tuban sejak 2015.
Selama lima tahun terakhir, sudah tak terhitung berapa kali kecelakaan terjadi. Rumah warga pada kedua sisi jembatan pun sering jadi korban kecelakaan yang sebagian besar melibatkan kendaraan berat yang mengalami rem blong atau faktor lain.
Editor : Indra Gunawan