Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Balen, 20 Bangunan Dibongkar

Indra Gunawan • Kamis, 3 Desember 2020 | 23:00 WIB
Pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Balen, 20 Bangunan Dibongkar
Pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Balen, 20 Bangunan Dibongkar

Radar Bojonegoro - Pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Balen diperkirakan bisa berjalan mulus. Tidak akan ada penggurusan bangunan. Itu karena di sepanjang jalan nasional itu tidak ada bangunan permanen. Pelebaran itu hanya memanfaatkan lahan yang masih tersisa di sisi kanan dan jalan itu.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali di Bojonegoro Kristanto Yudha mengatakan, tidak ada bangunan berdiri di lokasi pelebaran jalan Bojonegoro-Balen. Sehingga, proyek pelebaran itu bisa secepatnya dimulai seteleh selesai lelang. ‘’Tidak ada bangunan. Kami sudah mendatanya,’’ terangnya.


Namun, ada sejumlah pohon di lokasi akan dilebarkan. Pohon-pohon itulah nantinya akan ditebang. ‘’Kalau bangunan tidak ada,’’ jelas pria asli Semarang itu. Pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Babat tahun depan hanya akan dilaksanakan hingga Balen. Yakni, sepanjang 10 kilometer (km).


Panjang jalan Bojonegoro-Babat adalah 30 km. Karena itu, Yudha meminta pemkab segera mengalokasikan anggaran perencanaan lanjutnya tahun depan. Sehingga, pada 2022 bisa segera dilanjutkan pelebarannya. ‘’Kalau ingin dilanjutkan, tahun depan harus ada perencanaan,’’ jelasnya.


Selama ini, lanjut dia, BBPJN hanya fokus perawatan jalan. Bukan melebarkan jalan. Sebab, jalan itu dinilai sudah ideal. Namun, banyaknya kendaraan membuat jalan terasa sempit. Yudha menjelaskan, tidak semua jalan Bojonegoro-Babat sempit. Sebagian sudah ada yang lebar. Yakni, yang masuk wilayah Kecamatan Baureno. ‘’Sehingga, bagian itu tidak perlu dilebarkan,’’ jelasnya.


Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Andullah Umar mengatakan bahwa pelebaran lanjutan sebaiknya dianggarkan sendiri oleh BBPJN. Sehingga, semuanya tidak dibebankan kepada daerah. Sebab, jalan itu adalah wewenang pemerintah pusat.


Terpisah, Kepala DPU Bina Marga dan Penataan Ruang Rento Wulandari mengatakan, pelebaran jalan nasional Bojonegoro-Balen tidak akan menggusur bangunan. Sebab, pelebaran dilakukan hanya memanfaatkan lahan yang tersedia.


‘’Hanya memanfaatkan lahan yang tersisa di sisi kanan dan kiri jalan,’’ jelansya. Namun, pihaknya akan memastikan lagi lahan tersedia itu ada bangunan atau tidak. Sehingga, tahun depan bisa segera dilaksanakan pembangunannya.


Tahun depan anggaran pelebaran jalan Bojonegoro-Balen mencapai Rp 88 miliar. Camat Balen Nanik Lusetiyani memastikan, masyarakat wilayah Balen sudah mendengar informasi pelebaran jalan nasional tersebut.


Sejak dua bulan lalu telah menertibkan bangunan-bangunan liar berdiri di atas tanah milik negara sekitar jalan nasional tersebut. Setidaknya ada 20 bangunan liar telah dibersihkan. Sehingga saat ini khusus wilayah Balen sudah steril dari bangunan liar seperti warung, kios, atau bangunan permanen.


Selain sisi utara, bangunan liar menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ikut dibersihkan. “Jadi wilayah Balen sudah siap direalisasikan rencana pelebaran jalan. Kondisinya sudah steril. Mungkin hanya ada pohon-pohon perlu ditebang,” ujar mantan Camat Dander itu.


Menurut Nanik, warga Balen pun menyambut baik rencana pelebaran jalan. Sebab, jalur Bojonegoro-Babat kerap menjadi sumber kemacetan serta rawan terjadinya kecelakaan. Nanik menambahkan bangunan-bangunan liar di atas tanah milik PT KAI juga ikut ditertibkan.

Editor : Indra Gunawan