Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - TPST Samtaku Diresmikan

Indra Gunawan • Rabu, 25 November 2020 | 13:40 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - TPST Samtaku Diresmikan
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - TPST Samtaku Diresmikan

Radar Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu  Sampahku Tanggungjawabku (TPST Samtaku). Peresmian TPST Samtaku dilaksanakan secara virtual di Command Center Gedung Pemkab Lamongan kemarin (24/11). 


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) Danis Hidayat Sumadilaga, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiawati,  Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati.


Kemudian, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo, dan CEO PT Reciki Solusi Indonesia Bhima Aries Diyanto. Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, dirinya mendukung pembangunan TPST Samtaku di Lamongan. Menurut dia, menjadi komitmen pemkab untuk memerbaiki pengolahan sampah. Fadeli menjelaskan, sejak 2011 sudah dilaksanakan program Lamongan Green and Clean (LGC) untuk menuju Lamongan Merdeka Sampah atau Lamongan Zero Waste.


‘’Kabupaten Lamongan adalah satu-satunya di Jawa Timur yang tidak memungut biaya untuk pengolahan sampah dari warganya,’’ katanya. Dia menuturkan, TPA di Tambakrigadung, Kecamatan Lamongan dan Dadapan, Kecamatan Solokuro sudah beroperasi dengan baik. Sehari, di Lamongan menghasilkan 382,80 ton sampah. 


Timbunan sampah itu yang berhasil diolah 78,19 persen dalam satu hari dari dua pengelolaan. “Saat ini TPST Samtaku yang dikelola oleh PT Reciki Solusi Indonesia berdiri di atas lahan seluas 5.500 meter persegi (m2) dengan kapasitas maksimal 60 ton sampah per hari,’’ katanya.


Menurut dia, TPST Samtaku mampu mengurangi sampah 65 – 70 persen. Dari Januari sampai Mei, 1.110 ton sampah per bulan yang disetor ke TPA. Jumlah itu turun menjadi 500 ton per bulan di bulan berikutnya. 


Tak hanya itu. TPTS Samtaku jumlah melayani sampah 15.000 rumah tangga serta kawasan industri dan komersial. Sebanyak 24 pekerja dilibatkan dan difasilitasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.


Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo menjelaskan, Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik setiap harinya. Dari jumlah itu, 61 persen sampah plastik terkelola, 39 persen belum terkelola, 10 persen terdaur ulang, serta 9 persen masuk sungai dan laut. 


‘’Melalui program ini, kita berupaya mengembangkan sistem pengolahan sampah terutama sampah plastik secara profesional dengan fasilitas mekanik dan pemilahan yang baik sesuai jenis sampah,’’ ujarnya. 


CEO PT Reciki Solusi Indonesia Bhima Aries Diyanto menunjukkan virtual tour pengolahan sampah pada TPST Samtaku Lamongan. Sampah yang ditampung, dilakukan sorting, yakni sampah organik dan sampah plastik. Sampah organik kemudian dilakukan daur ulang menjadi kompos yang akan disalurkan kepada masyarakat secara gratis. Sedangkan sampah plastik, dipilah menjadi sampah high value dan sampah low value yang masih bisa didaur ulang. ‘’Sisanya yang sudah tidak dapat diolah, masuk ke TPA,’’ katanya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Lamongan Anang Taufiq mengatakan,  kegiatan tersebut kolaborasi multipihak. Pemkab Lamongan, Danone Indonesia, PT Reciki Solusi Indonesia dan Dompet Dhuafa. Peresmian TPST Samtaku itu ditandai penandatangan prasasti oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. 

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan #info lamongan