Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengolah Sampah Plastik Laut Pantura Menjadi Kerajinan Bernilai Jual

Indra Gunawan • Sabtu, 7 November 2020 | 20:30 WIB
Mengolah Sampah Plastik Laut Pantura Menjadi Kerajinan Bernilai Jual
Mengolah Sampah Plastik Laut Pantura Menjadi Kerajinan Bernilai Jual

Radar Lamongan - Cuaca panas menyelimuti kawasan pantura Lamongan kemarin (6/11). Namun, angin sepoi - sepoi yang berembus dari hamparan laut, mampu menyapu rasa gerah akibat terik matahari. Sampah plastik banyak terhampar di pinggir laut.


‘’Awalnya kita berkumpul bersama dan setelah mengobrol panjang, akhirnya kita tercetus ide mengurangi limbah di laut dan memanfaatkannya menjadi produk bernilai jual,’’ tutur salah satu warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Rulik Puspita Sari, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.


Para pemuda bertugas mengais seluruh sampah plastik yang berada di laut menggunakan sak. Sampah tersebut dikumpulkan menjadi satu. Selanjutnya, sampah itu dipilah remaja putri. Sebagian sampah yang bisa digunakan sebagai kerajinan tas dan dompet dikumpulkan menjadi satu dan dibersihkan.


‘’Jadi gelas dan tutup botol plastik bekas minuman kemasan yang kita ambil sebagai kerajinan tas,’’ tutur perempuan berjilbab tersebut. Cara membuat kerajinan berbahan plastik bekas tidaklah sulit. Rulik memotong sampah minuman gelas bagian atas. Dia kemudian merangkainya membentuk sebuah tas setengah jadi. Untuk memerindah kerajinan, Rulik menambahkan aksesori seperti tali, pita, dan bunga.


Tas itu ada yang berukuran kecil dan besar. Selain tas, dompet juga dapat dibikin dari sampah. ‘’Produk yang sudah jadi dijual pada warga sekitar dan dipasarkan melalui sosial media (sosmed),’’ tuturnya.


Harga produk kerajinan sampah plastik itu bervariatif, mulai Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu per unit. Uang hasil penjualan tak digunakan untuk kepentingan individual. Melainkan dialokasikan kepada warga miskin dan anak yatim piatu.


Muda-mudi ini melihat dampak dari pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) cukup mempengaruhi perekonomian masyarakat miskin. ‘’Hasil dari penjualanya sebagian di gunakan untuk sedekah pada anak yatim piatu dan warga yang membutuhkan,’’ tutur Rulik.

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan