Radar Lamongan - Melepas lelah dan sejenak menyaksikan pemandangan alam. Itulah yang dilakukan sebagian berada di pinggir jalan raya Babat – Jombang. Perbukitan yang dinamai Gunung Pegat oleh masyarakat setempat itu, kini tak lagi dipenuhi batu – batuan saja.
Di bagian dasar bukit banyak berdiri rumah makan dan kopi dengan desain yang instagramable. Cocok untuk dijadikan background berswafoto. Seperti halnya yang dilakukan Abdul Fattah bersama keluarganya. Pria asal Kediri itu menepi sejenak di Gunung Pegat untuk ber-selfie.
“Gunungnya unik, pinggir jalan raya pas. Sayang kalau dilewatkan sampai sini tidak foto-foto. Apalagi pas sunset kayak gini. Sayangnya kok mendung. Nggak kelihatan mataharinya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (29/10).
Selain didatangi pengunjung dari luar kota, perbukitan di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat ini juga dikunjungi warga lokal. Nur Afifah Febrianti bersama teman-temannya sudah merencanakan sejak pekan lalu untuk berkunjung ke Gunung Pegat.
“Janjian sama temanteman katanya ngajak ngopi. Lalu katanya di sini sekarang juga banyak kafe -kafe yang suasananya seperti di tebing. Ternyata memang asyik. Seperti wisata di luar kota,” tutur gadis asal Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring ini.
Meskipun disuguhi pemandangan yang indah, pengunjung juga harus berhati-hati dan tidak mendekati bibir tebing. Sebab, belum ada batas pagar pengaman di lokasi. Jika kurang puas melihat pemandangan dari dekat jalan raya, maka pengunjung juga bisa mengeksplor spot-spot foto lainnya di bagian lebih dalam.
Namun, ada beberapa lokasi yang berportal dan dijaga satpam karena perbukitan kapur ini menjadi lokasi penambangan batu kapur oleh PT. Wira Bhumi Sejati.
Editor : Indra Gunawan