Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dinilai Potensial, 29 Destinasi Wisata Lamongan Bakal Dikembangkan

Indra Gunawan • Senin, 26 Oktober 2020 | 21:30 WIB
Dinilai Potensial, 29 Destinasi Wisata Lamongan Bakal Dikembangkan
Dinilai Potensial, 29 Destinasi Wisata Lamongan Bakal Dikembangkan

Radar Lamongan – Sejak beberapa tahun terakhir, tumbuh obyek wisata baru di Lamongan. Hal itu didukung dengan tren fotografi kaum milenial. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan mengakomodasi tempat-tempat potensial di Kota Soto untuk ditetapkan sebagai obyek wisata.


‘’Ada 29 titik lokasi wisata yang kita masukkan ke dalam rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (Riparkab) Lamongan,’’ kata Kabid Pariwisata Disparbud Lamongan, Erdiana Renawati kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (25/10).


Beberapa lokasi yang dimasukkan ke riparkab sudah cukup familier bagi masyarakat Lamongan. Diantaranya Wisata Gunung Mas Mantup, Waduk Prijetan Kedungpring, Puncakwangi Babat, Pantai Klayar Paciran, dan sejumlah wisata lainnya.


‘’Lokasi-lokasi yang masuk ke dalam riparkab kita nilai memiliki potensi yang bagus ke depannya,’’ ujar Dina, sapaan akrab Erdiana Renawati. Selain itu, kini desa juga berlomba-lomba mengangkat potensi wisata di desa masing-masing.


Diantaranya Pantai Kutang Brondong, Agrowisata Besur, dan Telaga SODA Glagah. Dina menyatakan, Telaga SODA belum dimasukkan riparkab karena tergolong baru. ‘’Ada beberapa wisata desa yang juga kita masukkan ke dalam riparkab,’’ imbuh perempuan berjilbab tersebut. 


Jumlah tersebut, diakui Dina, masih bisa bertambah lagi, seiring munculnya potensi-potensi lokasi baru. Misalnya Pantai Joko Mursodo di Brondong, yang kini mulai dikembangkan pemerintah desa (pemdes) setempat.


‘’Nanti kalau ada penambahan akan kita review lagi. Wisata itu tidak pernah berhenti. Desa wisata sekarang sudah banyak,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, destinasi wisata yang dimasukkan ke dalam riparkab bisa diutamakan bila ada anggaran pengembangan. Misalnya, dari pusat terdapat anggaran pengembangan, maka yang diprioritaskan destinasi dalam riparkab.


‘’Keuntungannya di situ. Untuk anggaran daerah selama ini belum mampu menyisir seluruh lokasi wisata,’’ katanya. Wisata yang menjadi destinasi utama di Lamongan yakni Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo Lamongan (Mazoola), Waduk Gondang, WEGO, Makam Sunan Drajad, Makam Syeh Maulana Ishaq, dan Wisata Air Hangat Brumbung.


‘’Dengan pengembangan wisata-wisata baru, maka semakin banyak alternatif yang ditawarkan. Ke depan kami berharap antar wisata bisa saling menopang, untuk mendatangkan banyak pengunjung,’’ pungkas Dina.

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan