Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pembudidaya Bibit Anggur, Setahun Budidayakan 20 Varietas Impor

Indra Gunawan • Selasa, 6 Oktober 2020 | 23:00 WIB
Pembudidaya Bibit Anggur, Setahun Budidayakan 20 Varietas Impor
Pembudidaya Bibit Anggur, Setahun Budidayakan 20 Varietas Impor

Radar Bojonegoro - Berkunjung di rumah Abdul Mujib tentu bakal kerasan. Di pekarangan atau sekeliling rumahnya ditanami beragam pohon anggur. Menyenangkan. Rumah di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem itu, sederhana dan teduh.


Mengenakan kaus raglan abu-abu hitam dan sarung, Abdul Mujib menge cek dedaunan pohon anggurnya. Sekilas memang tak tak terlihat pohon anggur yang ia tanam di sekeliling rumahnya. Karnea fokus pembibitan pohon anggur.


Mujib serius menjadi pembu didaya pohon anggur sejak Novem ber 2019. Tertarik dengan pohon anggur karena teringat masa kecilnya sering memetik buah anggur ditanam oleh pamannya. Sehingga, ia ingin budidaya pohon anggur sendiri.


Ketika terjun, Mujib terasa takjub. Ternyata, baru tahu bahwa cukup banyak varietas pohon anggur. Bentuk, rasa, warna buah anggur juga beragam. Bukan hanya berbentuk bulat dan hijau atau merah. Tetapi, juga ada berbentuk lonjong dengan warna-warna lain seperti merah muda atau hitam.


Tentu, ada keseruan tersendiri ketika budidaya pohon anggur. Mujib merasa di wilayah Bojonegoro, pohon anggur masih dianggap asing untuk ditanam. Padahal, kabupaten tetangga seperti Nganjuk, Blora, atau Tuban, sudah gencar budidaya pohon anggur.


Tak sedikit orang berpikiran bahwa pohon anggur itu pohon cocok di dataran tinggi. Padahal, pohon anggur sangat membutuhkan sinar matahari. Justru ketika musim hujan, pohon anggur rentan diserang jamur.


“Banyak yang bilang kalau pohon anggur bisa tumbuh di Bojonegoro, tapi tidak bisa berbuah. Padahal, nyatanya bisa. Karena banyak orang kurang mempelajari karakteristik pohon anggur,” jelas Mujib. Hingga sekarang, Mujib masih terus belajar budidaya pohon anggur.


Kali pertama menanam varietas anggur isabela. Takut tak berkembang, Mujib pun terus belajar melalui internet dan konsultasi dengan banyak pembudidaya pohon anggur dari berbagai wilayah. Perlahan ia kembangkan menanam varietas pohon anggur impor.


Alumni siswa Madrasah Aliyah Abu Darrin 2008 itu menerangkan, bahwa anggur impor paling banyak ditanam di Indonesia, itu datang dari Ukraina. Seperti contohnya anggur jupiter, ninel, dan julian. Selain itu, ada juga varietas anggur dari Jepang, Brasil, Australia, dan banyak negara lain juga ditanam di Indonesia.


Selama setahun ini, Mujib sudah membudidayakan 20 varietas anggur impor. Metode ia terapkan ialah grafting atau okulasi tangkai. Jadi, bisa meminimalisasi modal awal budidaya. Pohon utamanya varietas anggur lokal, lalu diokulasi dengan tangkai varietas anggur impor.


Hasil budidaya bibit-bibit pohon anggur tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per bibit. Ternyata, banyak warga Bojonegoro tertarik menanam anggur.


“Pasarnya seputaran Bojonegoro, karena untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bojonegoro saja masih sering kewalahan. Sehingga, belum berani jual ke luar Bojonegoro. Masih pikir-pikir cara mengemasnya biar aman sampai tujuan,” kata pemuda kelahiran 1990 itu.


Terkait perawatan, ternyata setiap varietas pohon anggur berbeda-beda. Perlu mempelajari secara bertahap karakteristik tiap varietas. Namun, intinya pohon anggur ini harus dirawat setiap hari untuk melihat kondisi daun dan tangkai.


Lokasi menanam pohon anggur juga diusahakan di tempat teduh. Mujib menggunakan pupuk kandang menunjang pertumbuhan pohon. “Nanti panennya bisa dua sampai tiga kali dalam setahun,” imbuhnya.


Mujib berusaha meracuni warga Bojonegoro agar semakin banyak tertarik bertanam pohon anggur. Dia pun membuat grup Facebook bernama Anggur Bojonegoro. Grup tersebut digunakan berbagi tips dan trik budidaya pohon anggur. Juga bisa mendeteksi ada di wilayah mana saja pembudidaya pohon anggur di Kota Ledre.


“Saat ini anggota grup ada 137 orang, saya juga belajar bareng-bareng mereka,” jelasnya. Mujib berharap ke depannya di Bojonegoro juga ada sentra sekaligus wisata edukasi budidaya pohon anggur.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro