Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Satreskrim Akan Panggil Tujuh Saksi Terkait Kematian Wardoyo

Indra Gunawan • Sabtu, 6 Juni 2020 | 20:30 WIB
Satreskrim Akan Panggil Tujuh Saksi Terkait Kematian Wardoyo
Satreskrim Akan Panggil Tujuh Saksi Terkait Kematian Wardoyo

Radar Bojonegoro - Satreskrim Polres Bojonegoro masih menyidik penemuan mayat Wardoyo, 28, warga Desa Tondo mulo, Kecamatan Kedungadem, 2 Maret lalu. Pihak keluarga Wardoyo meyakini penyebab meninggal pemuda tersebut bukan karena kelaparan. 


Sebaliknya menduga kematiannya tak wajar. Sehingga pihak keluarga Wardoyo berharap kepolisian melakukan penyidikan lebih lanjut dan diusut tuntas.


Menindaklanjuti hal tersebut, Satreskrim menjadwalkan akan memanggil tujuh saksi, Senin depan (8/6). Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hadi Poerwanto mengatakan telah menandatangani pemanggilan tujuh saksi.


Disinggung identitas para saksi, pihaknya belum bersedia menjelaskan. Intinya, para saksi yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Perwira akrab disapa Iwan itu menegaskan terkait belum adanya keterangan saksi yang mengarah pada kasus pembunuhan.


Karena itu, ia masih mendalami kasus tersebut. Sebab, dirinya juga baru aktif bertugas di Polres Bojonegoro sejak Rabu (3/6). “Penyidik akan periksa tujuh saksi lagi dan akan mengembalikan hasil tes DNA tulang-tulang korban dari laboratorium forensik polda ke pihak keluarga korban,” terangnya.


Selain tujuh saksi, pihaknya akan menghadirkan beberapa saksi ahli. Salah satunya tentu saksi ahli forensik. Selanjutnya, setelah proses pemeriksaan rampung, segera gelar perkara. Sehingga, penyidikan kasus Wardoyo ini masih butuh waktu lagi.


“Nanti hasil pemeriksaannya masih saya gelar pekara lagi. Mulai dari awal sampai apa saja sudah kami lakukan juga kan digelar lagi,” tegasnya. Ayah Wardoyo, Suwardi sangat berharap kepolisian bisa mengusut tuntas penyebab yang sebenarnya nyawa anaknya melayang. Karena menurutnya, banyak kejanggalan apabila kematian anak bungsunya itu akibat kelaparan.


Sebab, jarak rumahnya dengan lokasi mayat ditemukan hanya sekitar 2,5 kilometer. “Kami hanya ingin memperoleh keadilan, saya sekeluarga yakin anak saya Wardoyo itu mati akibat dibunuh,” tuturnya. Paman Wardoyo, Samiran juga menambahkan, bahwa tulang-tulang milik Wardoyo telah dikembalikan ke pihak keluarga sekitar pukul 17.00 kemarin. Ia sebagai paman juga penuh harap terhadap kepolisian agar kepona kannya ini mendapatkan keadilan.

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro