Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sopir Ngantuk, Truk Tangki Halangi Dua Rel 

Bachtiar Febrianto • Kamis, 26 Desember 2019 | 21:31 WIB
Sopir Ngantuk, Truk Tangki Halangi Dua Rel 
Sopir Ngantuk, Truk Tangki Halangi Dua Rel 

LAMONGAN, Radar Lamongan  - Empat kereta api yang melintas di jalur rel wilayah Kabupaten Lamongan mengalami keterlambatan perjalanan kemarin (25/12) pagi. Gara – garanya, truk tangki tanpa muatan terbang dan jatuh dengan posisi menghalangi perlintasan rel ganda di Desa Balandono, Kecamatan Babat.


Kejadiannya sekitar pada pukul 05.40. Truk tangki ‘’menguasai’’ perlintasan tersebut hingga pukul 08.44. Eko Purwanto, 33, sopir truk tangki L 9683 UO itu, enggan memberikan penjelasan terkait kejadian yang dialaminya. 


‘’Saya tidak diperbolehkan bicara kepada media sama perusahaan atas kejadian ini,’’ katanya saat ditemui di warung makan.


Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito menjelaskan, sopir truk asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi itu melajukan kendaraannya dari arah barat. Kecepatannya, sekitar 80 km per jam. 


Saat mendekati lokasi kejadian, sopir mengantuk. Akibatnya, truk oleng ke kanan. Truk yang tak terkendali, naik ke median jalan. Selanjutnya, truk terus melaju dengan posisi melintangi jalan untuk jalur kendaraan dari timur.  Kecepatan truk yang tinggi membuat kendaraan itu terbang setelah menabrak pipa besar yang ada. Truk tangki berhenti di perlintasan ganda kereta api. 


‘’Truk baru bisa berhenti setelah bagian depan berhenti di rel kereta api jalur kereta dari barat,’’ kata Danu  saat di lokasi kejadian.


 ‘’Tak ada korban jiwa, atas kejadian tersebut. Sopir juga tak mengalami luka sama sekali,’’ imbuhnya.  


Dia menjelaskan, truk tersebut mengirimkan solar. Truk tangki itu posisi hendak pulang ke pangkalannya di Sidoarjo.


Evakuasi berjalan lama karena sejumlah kendala. Alat berat di Lamongan yang hendak disewa ternyata operatornya tidak ada di lokasi. Hendak menyewa alat berat di Surabaya juga terlalu lama.


Polisi akhirnya memutuskan evakuasi dilakukan secara manual. Pekerja PT KAI dibantu petugas dan warga memanfaatkan kayu balok di sekitar perlintasan untuk dijadikan landasan ban truk. Selanjutnya, kendaraan tersebut diseret truk lainnya. 


Prosesnya juga dua kali. Awalnya, truk tangki itu diseret hingga keluar dari perlintasan rel. Kedua, diseret hingga melewati pipa yang ada di pinggir jalan. 


‘’Jadi truk bisa keluar dari rel kereta api membutuhkan waktu 3 jam lamanya, baru kereta api bisa melintas,’’ jelas Danu.


Erwin, salah satu warga desa setempat mengatakan, saat kejadian, dirinya mendengar letusan dan benturan sangat keras. Dia lalu keluar rumah. Ternyata  truk sudah melintang di rel kereta api. 


‘’Saya datang ke lokasi, sopir tak kenapa – napa dan keluar dari truk hanya diam saja,’’ katanya.


Menurut dia, kejadian seperti itu bukan kali pertama. Ada dua kejadian lain sebelumnya. Yakni, truk menabrak pipa saja dan truk melewati pipa hingga menghalangi satu rel. Sehingga, kejadian kemarin dinilai paling parah.      


Kepala Stasiun Lamongan Hadi Purnomo mengatakan, kereta api harus terhambat selama sekitar tiga jam lamanya.  Empat kereta api harus berhenti lama di Stasiun Lamongan, Pucuk, Babat, dan Bojonegoro. Yakni, KA Maharani dari Pasar Turi –Poncol, Semarang; KA  Sancaka Utara (Pasar Turi – Kutoharjo); KA Harina (Bandung – Pasar Turi); dan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Pasar Turi).  


‘’Sekarang sudah bisa normal kembali seperti biasa,’’ ujarnya saat dikonfirmasi kemarin siang. (mal/yan)

Editor : Bachtiar Febrianto